Selasa 13 November 2018
Ats-tsulatsa 4 Rabiul Awal 1440

Berita

Upacara Peringatan Hari Jadi, Pemprov Kepri Ekspos Rencana Pembangunan

24-09-2018


* Upacara Peringatan Hari Jadi, Pemprov Kepri Ekspos Rencana Pembangunan

Tepi Laut (Inmas)- Upacara Hari Jadi Ke-16 Provinsi Kepulauan Riau menjadi puncak rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Ke-16 Provinsi Kepri Tahun 2018. Upacara dilaksanakan di Halaman Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (24/9). Bertindak selaku inspektur upacara adalah Gubernur Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun dan komandan upacara adalah Wakil Bupati Lingga H. Muhammad Nizar.

Tampak beberapa tamu kehormatan memenuhi sayap VIP halaman Gedung Daerah seperti Jaksa Agung RI HM. Prasetyo, anggota DPR RI, Wakil Gubernur Kepri, Danrem 033 WP, Dan Lantamal IV Tanjungpinang, Kepala Kanwil Kemenag Kepri Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,.MA, Kapolda Kepri, Kajati Kepri dan undangan lainnya.

Sedangkan sebagai peserta upacara antara lain siswa-siswi SMP, SMA/K se Kota Tanjungpinang. Hadir juga beberapa pengusaha nasional karena dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman pembangunan di beberapa wilayah di Kepulauan Riau.

Upacara berjalan khidmat. Usai upacara Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan ada sejumlah proyek pemerintah yang bersumber dari APBN yang akan dilaksanakan di Kepulauan Riau. Pembangunannya pun bermacam-macam, ada yang dimulai tahun 2018, 2019 hingga 2022 mendatang.

Nurdin menyebutkan sejumlah proyek tersebut adalah Jembatan Batam-Bintan, interkoneksi kedua wilayah ini merupakan gagasan lama, kala Gubernur Kepri masih dijabat oleh Ismeth Abdullah. Selanjutnya pemerintah juga akan membangun pusat logistik terpadu di Pulau Asam, selain sebagi pusat logistik Pulau Asam juga akan dikembangkan menjadi wilayah KEK.

“Kemudian pemerintah juga akan mengembangkan Pelabuhan Batu Ampar yang saat ini sudah cukup sesak. Jika dibandingkan dengan Singapore, maka kita membutuhkan pengembangan Pelabuhan Batu Ampar sehingga lalu lintas barang semakin cepat,” kata Nurdin.

Kawasan Ekonomi Eksekutif (KEK) juga akan dikembangkan di Tanjung Sauh untuk memperluas KEK yang telah ada. “Begitu pula dengan revitalisasi Bandara Hang Nadim Batam juga akan dilakukan secepatnya. Sejak 35 tahun yang lalu di bangun, ternyata hingga saat ini bandara itu belum pernah dikembangkan. Kita buat Hang Nadim jadi bandara yang canggih. Dan terakhir pemerintah juga akan membangun stadion sepak bola di Pulau Dompak. Kita rencanakan stadion itu nanti akan secanggih stadion GBK di Jakarta,” sebut Nurdin.

Nurdin menjelaskan dibagunnya pusat logistik dan pelabuhan laut sesuai dengan kebutuhan di wilayah Kepulauan Riau yang 96% lautan. Dan hal tersebut juga telah sesuai dengan visi kemaritiman yang digagas oleh Presiden Joko Widodo. Menurut Nurdin, sesuai dengan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai poros maritime dunia maka perlu dikembangkan budaya maritime, pengelolaan sumber daya laut yang andal, pertahanan maritime dan infrastruktur maritime yang andal.

“Dewasa ini sektor wisata juga tengah giat dikembangkan oleh pemerintah. Karena selain migas, sektor pariwisata juga menjadi salah satu sumber devisa negara yang cukup menjanjikan. Saat ini kita sedang membangun wilayah-wilayah pariwisata baru seperti Pulau Nikoi, Pulau Nirup, Pulau Penggelap, Pulau Tolut, Pulau Sumber, dan Pulau Beralas Pasir yang kesemuanya merupakan pulau kosong dan dikembangkan untuk tujuan wisata,” tambah Nurdin menjelaskan.

Sementara itu Jaksa Agung RI H. Muhammad Prasetyo dalam arahanya mengatakan saat ini pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak Jawa sentris lagi. Menurutnya pemerintah lebih membangun Indonesia dari pinggiran. Disitulah bukti bahwa negara harus hadir dalam mensejahterakan rakyatnya.

“Sarana pembangunan harus cukup dan berkualitas baik agar memiliki daya saing. Proyek penataan Gurindam 12 di Kepri sangat strategis untuk menciptakan kawasan baru khususnya pariwisata. Indonesia memiliki banyak peluang untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Pelabuhan dan bandara yang digesa oleh pemerintah adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah secara merata,” ucap HM. Prasetyo.

“Kejaksaan akan mendukung proyek strategis yang dilakukan pemerintah. Bentuk dukungan yang dilakukan kejaksaan adalah mengawal jalannya pembangunan agar sehingga dapat mencegah penyelewengan dan pelanggaran hukum dalam setiap proyek yang sedang berlangsung,” tutupnya. (hatiman)

57

Berita Terkait