Rabu 06 Juli 2022

Berita

Tema Kenegaraan dalam Pembinaan Peningkatan Kompetensi Penyiar/Pencerama Agama Islam se-Provinsi Kepri

23-06-2022


* Rachmadani PAI Negeri mengikuti Pembinaan Peningkatan Kompetensi Penyiar/Pencerama Agama Islam se-Provinsi Kepri

Kemenag Natuna ( HUMAS ) - Kementerian Agama Kanwil Kepulauan Riau menyelenggarakan rangkaian kegiatan Peningkatan Kompetensi Penyiar/Penceramah Agama Islam se-Provinsi Kepulauan Riau tahun 2022 selama 3 hari, 22-24 Juni 2022 di Hotel Golden View Batam. Hari pertama kegiatan Rabu (22/6) diisi dengan 2 tema kenegaraan.

Materi pertama disampaikan oleh Kolonel Infanteri Zusnan Hadi Hudaya, S.IP selaku Kepala Seksi Teritorial Kasrem 033/WP, dengan tema Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara. Tema materi ini berdasar pada dalil QS Al-Hujurat ayat 13 dan QS Al-Kafirun ayat 6 yang berisi tetang wawasan kebangsaan dan toleransi. Menurut Zusnan, Kepulauan Riau yang merupakan salah satu kawasan strategi nasional yang rentan akan ancaman non militer dalam beberapa aspek, namun yang paling utama ialah dalam aspek ideologi yang rentan akan susupan ideologi radikal dan sempalan.

Sistem pertahanan Indonesia sendiri terdiri atas 3 lapisan, komponen utama (Komut) yang terdiri atas TNI & Polri, komponen cadangan (Komcad) yang berisi masyarakat yang dilatih standar militer sebagai lapisan perbantuan dalam kondisi darurat militer, dan terakhir komponen pendukung (Komduk) yang berisi seluruh lapisan masyarakat dengan berbagai profesi dan ahli dibidang masing masin. Penceramah Dalam hal ini merupakan bagian dari komponen pendukung yang menjadi salah satu dari sistem pertahanan nasional.

Zusnan mengatakan, masyarakat utamanya pemuda harus membentengi diri dengan menanamkan sikap patriotisme dan nasionalisme. Upaya yang perlu dilakukan ialah mengembangkan pengetahuan wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional. Selain itu penting adanya sinergitas pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder setempat dalam hal ini. Hal terakhir yang bisa dilakukan ialah menyebarkan giat dan konten wawasan kebangsaan di media sosial, karena dewasa ini media sosial sudah sangat umum diakses semua kalangan, termasuk penduduk Kepri.

Materi kedua sampaikan oleh Drs. H. Handarlin (KaKanwil Kepulauan Riau / Ketua FKUB) dengan tema Relasi Agama, Negara & Budaya. Dalam penyampaiannya Handarlin mengatakan agama memerlukan negara sebagai instrumen dalam melestarikan dan mengembangkan agama. Negara memerlukan agama karena dapat membantu negara dalam pembinaan moral dan etika. Agama menyebarkan ajarannya salah satunya melalui budaya dan budaya membutuhkan agama untuk melestarikannya.

Ditambahkan kembali oleh Handarlin, Pancasila merupakan dasar negara menjadi pilihan yang tepat dalam memperkokoh agama dan negara sekaligus. Kepentingan agama kemudian dijamin dan difasilitasi oleh negara, dan negara pun didukung dan dibina atas dasar agama.

Dapat disimpulkan materi secara keseluruhan, penyiar dan penceramah agama Islam di Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu ujung tombak yang turut berperan dalam penyampaian tema-tema yang terkait dengan Nasionalisme, Patriotisme, Kenegaraan dan Bela Negara. Penyiar dan penceramah diharapkan memahami terkait kearifan lokal sehingga tidak kaku akan keberadaan budaya yang lama dilakukan masyarakat dengan alih keagamaan. *hrp

84

Berita Terkait