Kamis 13 Mei 2021

Berita

Tausiah 22 Ramadan 1442 H Di Kantor Kemenag Bintan Kupas 3 Cara Mencari Rida Allah

04-05-2021


* Tausiah 22 Ramadan 1442 H Di Kantor Kemenag Bintan Kupas 3 Cara Mencari Rida Allah

(Kemenag Bintan) – Selasa (4/5/2021), pada Ramadan 1442 H ke 22, tausiah rutin bakda zuhur di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bintan diisi oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Toapaya, Rio Putra, S.Pd.I. Pada tausiah yang diawali dengan salat zuhur berjamaah yang juga diimaminya tersebut mengupas 3 cara mencari rida Allah Swt.

Bertempat di Musala Al Muhajirin Kantor Kemenag Bintan, memulai penyampaiannya, Rio mengatakan ada 3 cara mencari rida Allah Swt. “Terdapat 3 faktor atau cara yang dapat mengantarkan kita kepada rida Allah. Jika 3 hal ini diamalkan, terlebih di dalam bulan Ramadan maka insyaallah kita akan dapat menggapai ridaNya. Jika rida Allah sudah ditangan kita, maka kita akan, la’allakum tattaqun, menjadi orang yang bertaqwa, (Q.S. Al-Baqarah:183),” ucap Rio di hadapan jamaaah Kantor Kemenag Bintan.

Cara yang pertama adalah melaksanakan salat di awal waktu. “Laksanakanlah salat wajib, 5 waktu sehari semalam di awal waktu. Sebab jika dilaksanakan di awal waktu maka nilai pahalanya sangat besar, daripada salat yang tidak di awal waktu atau yang melalaikan waktu. Salat hanya menghabiskan waktu 15 menit dengan zikir dan doa, tidak sebanding dengan rasa lelah dan waktu yang kita habiskan untuk kepentingan dunia,” kata Rio.

Cara kedua adalah berbakti kepada kedua orang tua. Menurut Rio, orang tua adalah orang yang mengantarkan manusia ke alam dunia. Orang tua sebagai perantara kelahiran generasi selanjutnya ke dunia. Hubungan sebelumnya diawali dengan pernikahan yang sah, lalu Allah menciptakan kita dan menitipkan di Rahim ibu.

“Jangan menghardik atau menyakiti hatinya. Kenikmatan yang kita rasakan hingga detik ini adalah berkat doa dari orang tua. Berbakti lah kepada kedua nya baik masih hidup ataupun sudah wafat. Jika sudah wafat hadiahkan lah doa dan salawat kepada mereka,” ujarnya.

 Cara ketiga adalah berjihad di jalan Allah. Rio mengatakan jihad bermakna bersungguh-sungguh. Banyak cara untuk berjihad pada saat ini, tidak selalu mengangkat senjata di medan perang. “Menjaga kualitas ibadah, menyenangkan hati orang tua, menjaga lisan, mewakafkan harta dan ilmu, itu semua termasuk jihad. Mari kita lakukan ibadah wajib dan amalan saleh sesuai dengan rukun dan syarat sahnya, mengenai diterima atau tidaknya itu kita serahkan kepada Allah Swt,” pungkasnya. (amilia)

133

Berita Terkait