Selasa 20 Agustus 2019
Ats-tsulatsa 18 Dzulhijjah 1440

Berita

Tantangan Guru Agama Hindu Menyambut Revolusi Industri 4.0

18-05-2019


* Peserta pembinaan guru pasraman Provinsi Kepulauan Riau


Batam (Inmas-Kanwil) --- Sebanyak 25 orang peserta pagi tadi Sabtu, (18/5/19) mengikuti kegiatan pembinaan guru pasraman Provinsi Kepulauan Riau yang diadakan di aula pasraman Jnana Sila Bhakti Kota Batam.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Dr.Drs.H.Mukhlisuddin,SH,MA dilanjutkan dengan penyampaian materi dengan judul “Guru pasraman agama Hindu sebagai agen perubahan era revolusi industri 4.0.”

Dalam laporan ketua panitia pelaksana kegiatan Purwadi mengatakan, “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia guru pasraman, menambah wawasan dan pengetahuan dalam media pembelajaran, serta meningkatkan kreativitas guru pasraman.

Dalam arahannya ketika membuka kegiatan tersebut Ka.Kanwil Kemenag Kepri mengatakan bahwa kegiatan pembinaan guru pasraman tahun 2019 ini merupakan prioritas kegiatan Kanwil Kemenag Kepri untuk memajukan pendidikan agama dan keagamaan Hindu.

“Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik mengajar membimbing mengarahkan melatih menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah”, ungkap Mukhlisuddin.

“Tugas seorang guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi setiap peserta didik. Oleh sebab itu profesi guru sangat lekat dengan integritas dan kepribadian”, tambahnya lagi.

“Tantangan seorang guru di era sekarang harus memahami aspek penting dalam kompetensi abad 21 seperti karakter yang harus ditanam ke dalam jiwa peserta didik dengan akhlak jujur, amanah, sopan santun, kerja keras, disiplin dan tanggung jawab. Guru masa kini harus mampu merancang instrumen penilaian yang menggali semua aspek menyangkut siswa, baik pengetahuan keterampilan maupun karakter”, tandas Mukhlisuddin.

“Sementara itu tantangan guru agama menyambut revolusi industri 4.0 adalah bagaimana mewujudkan generasi emas Indonesia yang produktif di tahun 2045. Generasi emas yang dicita-citakan ini adalah generasi yang bermodalkan kecerdasan komprehensif yakni produktif, inovatif, interaksi sosial yang baik dan berperadaban unggul”, tutup Mukhlisuddin.

Dalam kesempatan yang sama juga Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Kepri Ketut Suardita,S.Pd.M.Pd., mengatakan, “Pembentukan karakter kedisiplinan dan membangun semangat nasionalisme untuk membentuk akhlak siswa, yang bisa melakukannya hanyalah seorang guru. Oleh sebab itu kehebatan dan kemuliaan para guru tidak akan pernah tergantikan oleh kehadiran sang robot pintar”

kegiatan yang mengusung tema, “Melalui Pembinaan Guru Pasraman Agama Hindu Kita Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dalam Menghadapi Perubahan Revolusi Industri”, dilaksanakan dari tanggal 18 sampai dengan 19 Mei 2019. (Syahbudi)

 

268

Berita Terkait