Selasa 07 Juli 2020

Berita

Salat Id 1441 H, Ka. KUA Bintan Timur Khutbah tentang Dosa Membutakan Mata Hati Manusia

28-05-2020


* Salat Id 1441 H, Ka. KUA Bintan Timur Khutbah tentang Dosa Membutakan Mata Hati Manusia

(Kemenag Bintan) – Kepala KUA Kecamatan Bintan Timur: Drs. H. Zulfahri memberikan khutbah dengan judul Dosa Membutakan Mata Hari Manusia pada pelaksanaan salat idulftri 1441 H, Ahad (24/05/2020). Bertempat di Masjid Nurul Iman Kijang, sebelum khutbah, salat id terlebih dahulu dilaksanakan dan diimami oleh H. Masykur.

“Ramadan telah pergi meninggalkan kita, digilas oleh arus masa yang siapapun tidak mampu membendung kepergiannya. Sedih dan gembira merupakan perasaan yang menyatu dalam diri kita saat ini.  Idza  zuqta halawat al washilah la arofta murrat al qothi’ah, jika engkau pernah merasakan nikmatnya bersatu, niscaya engkau akan merasakan pahitnya berpisah, kita merasa sedith ditinggalkan Ramadan karena aib dan dosa kita masih banyak.” Ucap Zulfahri mengawali khutbahnya.

“Dosa yang telah kita lakukan telah membuat sebagian besar dari kita kehilangan kepekaan terhadap sesama, nilai-nilai kasih sayang mengikis dan kebencian, permusuhan, serta pertikaian bermunculan. Dosa telah membutakan mata hati manusia, sehingga manusia sulit membedakan antara yang benar dan salah, yang haram dan halal, haq dan batil. Tiada  beban saat berbuat zalim kepada sesama. Timbul sifat angkuh dan sombong” Ujar Zul.

“Untuk itu pada saat yang berbahagia ini, kita semua mengharap rahmat, rida, dan ampunan Allah SWT. Mudah-mudahan selepas Ramadan ini kita kembali bersih dan suci bagaikan anak yang baru lahir. Jika malam kelam datang jangan menunggu esok yang lebih terang, tetapi nyalakan lilin atau lampu untuk menyongsong hari esok.  Jangan mengulur waktu untuk bertobat selagi ada kesempatan sebelum ajal datang.” Lanjutnya.

Dalam khutbahnya, Zulfahri mengutip Surah Arrum ayat 41 yang artinya, telah nampak kerusakan di darat dan dilaut diakibatkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagai akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali. Zulfahri mengaitkan ayat ini dengan kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini melanda dunia. Di akhir khutbahnya, ia mengajak para jamaah salat id untuk menjalani sisa usia dengan perbuatan mulia, menjadi ahli sujud, dan menjadi penghuni bumi Allah yang lebih baik lagi.

“Kita memang tidak dapat mengubah arah mata angin, tetapi kita dapat mengatur layar perahu ke arah tujuan kita berlayar. Mari kita berislam tidak dengan retorika, tetapi dengan mengamalkan tuntunan islam secara kaffah, baik pribadi, keluarga, masyarakat, dan dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.” Pungkasnya.

Untuk diketahui, seluruh Masjid di Kabupaten Bintan dibuka untuk pelaksanaan salat id 1441 H dengan pertimbangan Kabupaten Bintan adalah  kawasan sudah terkendali atau zona hijau pandemi Covid-19 sesuai dengan Tausiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Riau No. Kep – 037/DP-P-V/V/2020 tentang Pelaksanaan Ibadah Ramadan dan Ilduftri 01 Syawal 1441 H dalam Situasi Pandemi Covid-19, Surat Edaran Gubernur Provinsi Kepulauan Riau No. 37/SET-GTC19/V/2020 tentang Pelaksanaan Ibadah Selama Bulan Ramadan dan Idulftri, dan Surat Edaran Bupati Bintan No. 451.2/SETDAA/377 tentang Pelaksanaan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1 Syawal 1441 H/ 2020 M dalam Situasi Pandemi Covid-19, bahwa Kabupaten Bintan dianggap aman untuk melaksanakan ibadah salat id di Masjid dengan tetap menyesuaikan anjuran bagi jamaah untuk lolos uji suhu tubuh, menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker, memberi jarak, menggunakan sajadah masing-masing, tidak berjabat tangan, dan ditentukan hanya untuk jamaah yang berdomisili di lingkungan Masjid tersebut. (zul/amilia)

 

100

Berita Terkait