Sabtu 19 Oktober 2019
As-Sabt 19 Syafar 1441

Berita

Rida K Liamsi jadi Keynote Speaker Sagusabu Kepri IV Bintan hari Kedua

16-09-2019


* Rida K Liamsi jadi Keynote Speaker Sagusabu Kepri IV Bintan hari Kedua

(Kemenag Bintan) – Minggu (15/09/19) Sastrawan Melayu Kepulauan Riau, Rida K. Liamsi, menjadi Keynote Speaker pada hari kedua Pelatihan Sagusabu (Satu Guru Satu Buku) Kepri IV Bintan yang bertempat di Gedung LPMP Jalan Ceruk Ijuk Bintan. Pada Pelatihan menulis yang diikuti oleh 178 peserta tersebut Rida memaparkan kiat-kiat bagaimana  menjadi penulis buku versi dirinya.

Rida mengatakan proses awal menjadi penulis adalah dimulai dengan menulis yang tema yang ringan seperti puisi, cerpen, atau surat cinta. Sebab menulis adalah anugerah, tidak semua orang dilahirkan dengan bakat menulis, namun jika dicoba dan dilatih menulis maka yang tidak bisa menulis akan menjadi bisa.

“Syarat pertama untuk menulis adalah gemar membaca, karena yang tidak gemar membaca akan tidak bisa menulis. Kemudian, buku apa yang anda baca? sejarah, petualangan, detektif, kuliner, keagamaan, dunia kanak-kanak, atau tulisan ilmiah? Buku apa yang paling banyak dan paling suka kita baca akan mempengaruhi cara penulisan kita.” Ucap Rida.

“Dari jenis buku yang banyak kit abaca tentu itu semua berkaitan dengan penulisnya, siapa penulis idola kita, itulah yang akan menjadi model kita dalam menuliskan sebuah cerita. Tak ada yang baru di bawah langit ini, semuanya berproses untuk menjadi penulis yang baik untuk menemukan karakter dan gaya kita sendiri nantinya. “ Tambahnya.

Rida mengatakan semua penulis pasti memiliki misi nya masing-masing dalam sebuah buku yang ia tuliskan, ada pesan dan harapan di dalamnya. Jadi ia berharap agar buku yang hendak ditulis oleh para peserta Pelatihan Sagusabu Kepri IV Bintan berisi pesan-pesan positif sarat akan kebajikan dan mengajak kebaikan.

Ia juga mengingatkan untuk jangan mengabaikan perpustakaan, karena disanalah ide dan inspirasi bersarang. Rida menekankan untuk jangan menulis tanpa melakukan sebuah riset.
Terakhir, Rida mengatakan kiat-kiat bagaimana menjadi penulis buku versi dirinya adalah jangan terpengaruh atas kritikan orang lain yang bersifat destruksi atau menghancurkan. Jadikan kritikan sebagai kekuatan menghasilkan karya yang lebih baik lagi kedepannya.

Rida mengapresiasi kegiatan pelatihan menulis yang secara khusus ditujukan untuk para Guru ini, karena menurutnya dengan menulis buku, betapapun sederhananya, akan menyumbang untuk kebudayaan dan menjadi warisan sejarah, khususnya kebudayaan dan kekayaan sastra melayu di Kepri. Para peserta terlihat antusias mendengarkan materi dari Rida K Liamsi dengan adanya sesi tanya jawab yang interaktif. (amilia)
 

54

Berita Terkait