Jumat 19 Oktober 2018
Al-Jumuah 8 Syafar 1440

Berita

Rapat Evaluasi Haji Kota Batam Hasilkan Beberapa Kesepakatan

11-10-2018


* Kantor Kementerian Agama Kota Batam melalui Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh menggelar Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Haji Kota Batam Tahun 1439 H/2018 M.

Sekupang (Inmas)- Kantor Kementerian Agama Kota Batam melalui Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh menggelar Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Haji Kota Batam Tahun 1439 H/2018 M. Pelaksanaan rapat tersebut di Aula Lt 2 Kantor Kemenag Batam Jalan Masjid Raya Baiturrahman Sekupang, Rabu (10/10). Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Kemenag Batam H. Erizal Abdullah.

Pada kesempatan itu Kakankemenag menyebutkan bahwa rapat evaluasi merupakan suatu kegiatan yang sangat penting.  Karena dengan adanya evaluasi, akan dapat dilihat dimana keunggulan yang sudah dibuat dan dimana kelemahan dan kekurangannya. Sehingga penyelenggaraan haji Kota Batam  pada tahun 2019 dan seterusnya bisa lebih baik dan jamaah puas dengan pelayanan yang diberikan.

Rapat evaluasi ini dihadiri beberapa instansi terkait seperti pihak Imigrasi, Dinas Kependudukan, Dinas Keesehatan, Kesra Batam, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPS-BPIH), FK-PPIU, Ketua Rombongan, Ketua Regu masa keberangkatan 1439 H, Petugas Kloter, Petugas Non Kloter, KUA dan dari Kemenag.

Rapat yang berlangsung sekitar 3 jam tersebut berjalan  aman, lancar dan telah menghasilkan beberapa kesepakatan. Berikut kesepakatannya :
Pertama, biaya istitoah di Puskesmas tidak ada.  Namun untuk menerbitkan surat keterangan istitoah itu jamaah harus melakukan general cek up. Sementara di Puskesmas peralatannya tidak memadai, sehingga harus general cek up ke rumah sakit atau labor yang menyediakan layanan itu. General cek up di rumah sakit atau labor ada biayanya.  Pihak BPJS dalam hal ini tidak bertanggungjawab dengan biaya general cek up yang dilakukan jamaah. Kedepan mungkin perlu di usulkan, biaya general cek up tidak lagi dibebankan ke jamaah tapi di tanggung pihak dinas kesehatan provinsi atau kota  atau pihak BPJS. Dengan demikian jamaah merasa sangat terbantu. Sebab keharusan istitoah itu adalah ketetapan dari Kementerian Kesehatan.

Kedua, bimbingan manasik haji yang diberikan ke jamaah hendaknya tidak hanya terkait tentang tata cara rangkaian ibadah haji, mulai dari berangkat sampai kembali ke tanah air saja, tapi mungkin perlu ditekankan juga pentingnya menanamkan keikhlasan dalam beribadah haji. Tanamkan  niat bahwa berhaji  semata-mata ibadah. Apapun yang terjadi selama melaksanakan ibadah haji dalam rangka untuk meningkatkan keimanan untuk memperoleh haji yang mabrur dan mabruroh. Kedepan perlu diusulkan kepada para narasumber manasik untuk memasukkan materi filosofi haji dalam bimbingannya.

Ketiga, ada musim haji, di tanah suci berkumpul jutaan jamaah dari berbagai negara di dunia. Jamaah perlu dilengkapi dengan identitas kedaerahan. Selama ini jamaah Batam sudah disiapkan tanda pengenal berupa kacu, namun kacu tersebut masih dibeli sendiri oleh jamaah.Kedepan bisa diusulkan ke pemerintah daerah, kacu atau tanda pengenal kedaerahan bisa disiapkan oleh pemko saja, dan jamaah gratis mendapatnya. (bad70/yd)

16

Berita Terkait