Minggu 17 Januari 2021

Berita

Program KIIS Seri #10 ASN, Integritas Dan Teladan Toleransi

25-11-2020


* Program KIIS Seri #10 ASN, Integritas Dan Teladan Toleransi

Tanjungpinang (Humas)- Inspektorat Jenderal Kemenag RI menyelenggarakan kegiatan KIIS Seri #10 dengan thema ASN, Integritas Dan Teladan Toleransi, Rabu, 25 November 2020 yang dilaksanakan secara daring. 

Hadir sebagai narasumber secara online antara lain Inspektur Wilayah I Inspektorat Jenderal Kemenag RI Dr. KH. Kusoy, Rektor UIN Alauddin Makassar Hamdan Juhannis, Ph.D, Kakanwil Kemenag Babel Dr. H. Muhammad Ridwan, MM, dan Guru Besar UIN Ar Raniry Banda Aceh Prof. Kamarruzaman Bustamam Ahmad, Ph.D. 

Inspektur Wilayah I Itjen Kemenag RI, KH. Kusoy mengatakan partisipan kegiatan KIIS Seri#10 sebanyak 222 orang. Kusoy kembali mengingatkan seluruh ASN Kemenag untuk bekerja profesional. ASN bekerja sesuai ketentuan yang belaku dengan SOP yang jelas. Profesionalitas ASN ditunjukkan dengan meningkatkan ketaatan pada peraturan yang belaku dan selalu berkomitmen dan konsisten menjalankan aturan yang berlaku.

ASN juga dituntut bekerja bersama melaksanakan kebaikan dan mencegah kemungkaran. “ASN punya identitas yang berkarakter, memiliki kompetensi, memiliki human capital dengan kompetensi yang semakin baik. Asn berkewajiban untuk menciptakan kualitas hidup masyarakat yang semakin baik.

“Menjadi teladan dalam toleransi bermakna kesediaan ASN membiarkan pihak lain untuk meyakini dan menjalankan ajaran agama meskipun berbeda dengan keyakinan kita. Sehingga kita mampu menjaga dan mengawal Kementerian Agama menjadi Kementerian yang terpercaya,” kata Kusoy.
 
Dalam kesempatan yang sama, Rektor UIN Alauddin Makassar Hamdan Juhannis, Ph.D dalam materinya mengatakan esensi tugas ASN yang memiliki perjanjian kerja melalui sumpah yang diucapkan untuk bekerja secara optimal terutama janjinya dengan Allah, Tuhan yang maha esa.

Fungsi inti ASN sebagai civil servant, sebagai pelayan masyarakat sipil yang core pelayanannya adalah public service. “Jika ada ASN yang karakternya minta dilayani maka itu bukan ASN yang baik,” tegasnya.  

Integritas harus selalu melekat pada diri ASN. Integritas bermuara menjadi rule model pada diri ASN, sehingga menjadi kebanggaan dan menjadi insan kamil. “Integritas secara singkat bermakna satunya kata dan perbuatan. Basis Alquran tentang integritas sangat banyak,” ujar Hamdan.
 
Dia menambahkan integritas bermakna berani berbuat berani bertanggung jawab meskipun tidak populer. Integritas adalah karakter kuat bukan karakter yang split personality. Integritas ASN bernilai pada dua ranah yakni nilai agama dan nilai budaya. Perilaku agama menjadi pandangan hidup dan local wisdom membentuk watak dan perilaku yang membentuk perilaku komunitas sehingga menjadi ciri bersama yang kuat. 

“Jika memiliki integritas maka tidak terombang-ambing dengan perubahan zaman yang cepat. Daya tahan dimiliki diyakini sebagai kemuliaan. Ketika menjadi staf sangat low profile tetapi setelah menjadi pejabat tinggi berubah menjadi arogan, maka itu tidak berintegritas. Integritas juga bermakna pada kecintaan pada komitmen. Komitmen sangat penting bagi ASN”, pesan Hamdan.  

Sementara itu Dr. Muhammad Ridwan mengatakan kelahiran ASN memiliki sejarah yang panjang. Sejarah telah mencatat PNS lahir sejak kemerdekaan Indonesia dengan HB IX sebagai PNS pertama di Indonesia. Banyak apresiasi yang telah diberikan oleh pemerintah dari waktu ke waktu. 

“Kita apresiasi pemerintah banyak regulasi yang sudah dikeluarkan terhadap kinerja ASN. Masyarakat memang masih menilai kinerja ASN sosok yang birokratis, statis, kaku dan kurang melayani dengan budaya yang cenderung koruptif. Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan semakin tinggi. Esensi ASN adalah melayani dengan regulasi yang menuntut ASN semakin produktif, bekerja tanpa pamrih, dan melayani sesuai dengan tusi masing-masing,” ujar Ridwan. 

Ridwan menambahkan masih ada ASN yang bekerja dengan pilihan keberpihakan pada posisi tertentu sehingga menimbulkan protes dari masyarakat. Seharusnya ASN paham dengan tusi masing-masing sesuai regulasi yang diterbitkan pemerintah. Dia mencontohkan pada PP No. 17 Tahun 2020 yang belum dilaksanakan soal reward ASN yang bekerja sangat memuaskan yang bisa dinaikkan tunjangan kinerjanya mencapai 50% pada tahun berikutnya. 

Menurutnya, sesungguhnya pemerintah sudah mengatur apresiasi dengan regulasi yang dikeluarkan tetapi kita belum mampu melaksanakannya. Untuk mengukur kinerja ASN sangat mudah karena aturannya sudah jelas. Sementara itu posisi PPPK terus diperbaiki. PPPK memang belum terimplementasi dengan maksimal namun prosesnya terus mengalami perbaikan sehingga nasib PPPK semakin baik terutama tenaga guru honorer. 

Keteladanan toleransi bagi ASN dapat ditunjukkan dengan memberikan keteladanan kepada masyarakat dengan melakukan pelayanan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras dan lainya sehingga Kemenag memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat beragama. 

Sementara itu, Guru Besar UIN Ar Raniry Banda Aceh Prof. Kamarruzaman Bustamam Ahmad, Ph.D mengatakan ASN memiliki kekuatan untuk menciptakan nation building dan state building. ASN mampu berkiprah tidak saja pada state building tetapi juga nation building. 

ASN masuk menjadi agenda masa depan bangsa Indonesia, karena memiliki posisi yang strategis sebagai penggerak gerbong administratif dengan syarat ASN mampu menghadapi tantangan masa depan. 

Di Asia Tenggara, ASN menjadi tameng terdepan dalam melayani masyarakat selain tentara, sehingga posisinya cukup diperhatikan.  
 

30

Berita Terkait