Minggu 19 September 2021

Berita

Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, Kemenag Targetkan 5.000 Tanah Wakaf Bersertifikat

06-08-2021


* Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, Kemenag Targetkan 5.000 Tanah Wakaf Bersertifikat

Tanjungpinang (Humas)_Lambatnya progres pensertifikatan tanah wakaf di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang berat. Untuk mengakselerasi progres pensertifikatan tanah wakaf di Indonesia, Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam menyelenggarakan Sosialisasi Program Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf secara virtual, Jumat, 6 Agustus 2021. 

Dalam arahannya, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Tarmizi Tohor mengatakan dalam melakukan percepatan tanah wakaf, Kemenag sudah membuat MoU antara Kemenag dengan Kementerian ATR/BPN untuk sertifikasi tanah wakaf.

Kerjasama tersebut juga telah melibatkan Badan Wakaf Indonesia sebagai bentuk komitmen bersama supaya tata kelola tanah wakaf lebih baik.  

"Secepatnya saya minta Kabid dan Kasi di daerah untuk membuat laporan sertifikasi tanah wakaf dengan berbasis pada aplikasi Siwak. Kita ingin tahu berapa sebetulnya tanah wakaf di daerah yang belum memiliki sertifikat, sehingga secepatnya bisa diprogramkan," kata Tarmizi. 

Dia menjelaskan Kemenag memiliki target untuk melakukan 5.000 bidang pensertifikatan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memvalidasi data tanah wakaf, dan memantau program sertifikasi tanah wakaf sehingga quota 5.000 tanah wakaf terpenuhi. 

"Secepatnya bergerak. Lakukan percepatan serapan anggaran pensertifikatan tanah wakaf," ujarnya. 

Dalam forum yang sama, Kasubdit Pengamanan Aset Wakaf, Dr. Zaenuri mengatakan saat ini proses pensertifikatan tanah wakaf telah memasuki tahap pengukuran data sehingga apa yang menjadi target sebanyak 5 ribu bidang.  

"Agar bersertifikat, dipenuhi persyaratannya. Banyak tanah wakaf yang statusnya belum dilengkapi dokumen. Ini kerja bersama, karena BPN juga punya tanggung jawab unutk mempercepat penerbitan dokumen wakaf berupa sertifikat. 

"Butuh dukungan anggaran yang besar agar program berjalan dengan lancar. Mohon kerjasamanya dan ketika anggaran sudah dimasukkan dalam anggaran di daerah, maka segera ditindaklanjuti, jangan direvisi untuk kegiatan lainnya", ucapnya.  

"Kita targetkan dulu 100 KUA yang direvitalisasi dengan basis tanah wakaf. Namun jika ada tanah wakaf yang lain segera dilaporkan. Kami mendorong Kanwil Kemenag menjalin kerjasama dengan Kanwil BPN dan Kemenag Kabupaten/Kota menjalin kerjasama juga  dengan Kantor BPN Kab/Kota. Tahun ini targetnya terdata 5.000 tanah wakaf berbasis siwak," imbuhnya.  

Zaenuri menegaskan batas waktu pendataan 5000 tanah wakaf pada 18 Agustus 2021. 

Berdasarkan data yang dirilis Kasi Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Kepri, di Kepulauan Riau terdapat 1.550 tanah wakaf dengan luas lebih dari 303 ha. Sebanyak 500 bidang tanah wakaf sudah bersertifikat dengan luas 67 ha. Sisanya sebanyak 1.050 bidang belum bersertifkat dengan luas 236. 

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi.  
 

140

Berita Terkait