Selasa 16 Juli 2019
Ats-tsulatsa 13 Dzulka'dah 1440

Berita

Pengurus PW IPHI Kepri Periode 2019-2024 Resmi Dilantik

29-03-2019


* Pengurus PW IPHI Kepri Periode 2019-2024 Resmi Dilantik

Tanjungpinang (Inmas)-Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kepulauan Riau resmi dilantik oleh Ketua Umum PP IPHI, Ismed Hasan Putro di Gedung Daerah Tanjungpinang, Kamis (29/3/2019) malam. Dr. TS. Arif Fadillah yang juga Sekretaris Daerah Kepulauan Riau terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PW IPHI Kepri 2019-2024 melalui Musyawarah Wilayah III PW IPHI Kepri yang diselenggarakan di Asrama Haji Batam pada 27-29 Maret 2019. Dalam Kepengurusan PW IPHI Kepri 2019-2024, TS Arif Fadillah didampingi oleh beberapa wakil ketua dan kepala biro serta sekretaris dan bendahara.

Dalam sambutan pelantikannya sebagai Ketua PW IPHI Kepri, TS Arif Fadillah mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Dia pun mengatakan akan bekerja bersama tim yang telah dibentuk untuk menjadikan IPHI Kepri lebih baik lagi. TS Arif Fadillah mengakui tantangan yang diemban cukup berat, namun pihaknya yakin akan dapat melaksanakan amanah tersebut mengingat potensi yang dimiliki IPHI Kepri cukup besar.

Ketua PP IPHI, Ismed Hasan Putro dalam sambutannya mengharapkan PW IPHI Kepri yang baru terbentuk dapat langsung bergerak cepat untuk menyusun program unggulan. Menurutnya sejumlah terobosan besar sudah dilakukan PW IPHI di sejumlah propinsi di Indonesia dalam membantu para anggotanya dan ummat Islam secara umum terutama dalam bidang ekonomi.

“Saya berharap IPHI menjadi organisasi yang besar dan kuat seperti NU dan Muhammadiyah karena kita juga memiliki potensi yang besar. Silahkan diinventarisir berapa jumlah jamaah haji yang sudah berhaji di Kepulauan Riau untuk digandeng bersama menciptakan peluang-peluang ekonomi. Banyak yang bisa kita garap, namun sebagai langkah awal saya sarankan agar kita bisa konsen di sembilan bahan pokok,” kata Ismed Hasan Putro.

“Sebagai ilustrasi di negara ini setiap tahun beredar lebih dari Rp.3.000 trilyun uang kita yang berputar, namun ironisnya hanya dikuasai oleh 10 orang saja, dan hanya satu dari 10 orang Indonesia tersebut yang muslim. Sisanya dikuasai oleh pengusaha yang jelas tidak membayar zakat. Pekerjaan kita adalah kita harus merebut supremasi ekonomi itu karena para konsumen terbesarnya adalah umat Islam yang mayoritas,” tambahnya.

“Tantangan untuk pengurus PW IPHI Kepri adalah menciptakan beberapa peluang ekonomi yang melibatkan lebih banyak para haji dan untuk ikut membantu umat Islam. Saya minta dalam lima tahun ke depan sudah ada warung-warung haji yang menyediakan bahan pokok, dan kantor sendiri yang permanen. Dan saya minta kepada Gubernur, jika di Kepri ada sumber air baku yang cukup melimpah, tolong dibantu pengusaha muslim agar dapat mengolahnya menjadi produk air mineral dalam kemasan,” ujarnya.

Sementara itu Gubernur Kepulauan Riau, H. Nurdin Basirun dalam arahannya menyebutkan Pemerintah Propinsi Kepulauan Riau terus mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muslim. Pihaknya mengaku sangat mendukung jika PW IPHI Kepri dapat memprakarsai lahirnya komoditas produk di Kepulauan Riau.
“Saya percaya, kepengurusan PW IPHI Kepri yang baru dilantik dapat menjawab semua tantangan tersebut. Jika kita mau pasti ada jalan. Pengalaman mengajarkan kepada saya dalam berbisnis di perlukan ketekunan, ketelitian dan ketahanan,” ucap Gubernur Kepri.

“Jika serius ingin belajar, silahkan belajar kepada saya. Akan saya ajarkan jika bisnis bukan soal modal belaka namun soal kepercayaan atas produk yang kita hasilkan. Penyakit orang kita kan banyak yang mau jadi pengurus, namun sedikit yang mau kerja keras,” tegas Gubernur Kepri.
(hatiman)

90

Berita Terkait