Jumat 06 Agustus 2021

Berita

Pembinaan Rohani Pegawai Kemenag Anambas : Eksis Dan Tidak Di Media Sosial

18-06-2021


* Pembinaan Rohani Pegawai Kemenag Anambas : Eksis Dan Tidak Di Media Sosial

Kemenag Anambas (Humas)- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Anambas menggerlar pembinaan rohani pegawai baik ASN maupun PPNPN. Pembinaan ini dilaksanakan di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu pada hari Jum’at, 18 Juni 2021. Hadir dalam pembinaan ini Kakankemenag Anambas, Kasubbag TU, Kasi Bimas Islam, Kasi Pendidikan Islam, Kasi PHU dan Seluruh PPNPN.

Adapun petugas pada pembinaan ini  Pembawa Acara : Fitri Adrianti (Staf Bimas Islam), Tilawah Al-Qur`an : Erwin (Staf Setjen), Ceramah Agama : H. Ikhwan, S.Ag (Kasubbag TU) dan Doa : Ardi (Staf Pendidikan Islam).

Didalam tausiyanya Ikhwan menjelaskan mengenai eksis dimedia sosial dan bukan eksis dimedia sosial. “media sosial awalnya berfungsi sebagai penghantar informasi kepada konsumennya dalam bentuk bacaan maupun tontonan walaupun dari jarak yang jauh. Didalamya memuat konten-konten yang kita butuhkan baik dalam bentuk positive maupun negative tergantung yang dibutuhkan para penikmatnya.” Jelasnya 

“terkadang saat ini kebanyakan orang ingin dikenal dan menjadi terkenal melakukan berbagai cara, setiap orang bisa eksis di dunia maya hanya dengan memposting unggahan tentang dirinya. Namun acap kali kebanyakan untuk menjadi terkenal dan menjadi eksis meraka melakukan hal-hal yang tercela.” Ungkapnya 

“Untuk itu kita sebagai penikmat media sosial harus bisa memilih dan memilah jangan sampai untuk menjadi terkenal harus melakukan hal-hal tidak terpuji. Terlebih lagi jika kita mengunggah video yang tidak baik sehingga ada sebagian orang juga menonton hal tersebut dan diikutinya, maka orang tersebut akan mendapatkan dosa sebagaimana yang di contohkan dari orang yang pertama dan hal tersebut akan terus berlanjut kepada yang mengikuti langkah tersebut.” Jelasnya

“Kita juga harus berhati-hati jangan sampai keinginan kita untuk menjadi eksis di media sosial membuat kita mendapatkan dosa apalagi dosa tersebut adalah dosa jariayah yang akan terus berlanjut selagi hal-hal tidak baik yang telah kita posting itu dihapus dari media sosial yang kita unggah”. Tambahnya

29

Berita Terkait