Sabtu 19 Oktober 2019
As-Sabt 19 Syafar 1441

Berita

MTs Aqidatunnajin Belajar Ujian Berbasis Android Ke MA Al-Barkah Singkep

18-06-2019


* Kepala MTs Aqidatunnajin Daik sedang studi banding ke MA Al Barakah Singkep

(Kemenag Lingga)-- Setelah MA Al-Barkah Singkep sukses melaksanakan ujian berbasis Android, MTs Aqidatunnajin jadi tertarik berencana akan melaksanakan ujian serupa pada Penilaian Akhir Semester (PAS) tahun depan. Hal itu dibuktikan dengan turun langsung tim dari MTs Aqidatunnajin Daik ke MA Al-Barkah Singkep (18/06/2019).

Tim yang terdiri dari kepala Madrasah, Wakil Kepala Bidang Kurikulum dan dua orang guru yang memahami IT. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah tersebut diterima langsung oleh Kepala MA Al-Barkah Singkep, Hazmi Putra.

Armain menjelaskan maksud kedatangannya ingin lebih banyak belajar dan melihat langsung proses pelaksanaan Ujian Berbasis Komputer yang dilaksanakan oleh MA Al-Barkah. Ia berkeinginan sistem ujian yang cukup bergengsi ini kedepannya dapat juga dilaksanakan oleh Madrasahnya.

"Setelah tadi banyak bertanya langsung kepada pak Hazmi, ternyata budgetnya untuk pembelian perangkat servernya cukup besar, lumayan memutar otak juga untuk memikirkan mencari duit untuk itu bagi kita Madrasah yang berstatus swasta seperti kita ini", ujarnya sambil tersenyum.

Armain menambahkan, jika ujian tersebut dapat dilaksanakan, lumayan menghemat pengeluaran anggaran untuk biaya fotocopy soal, sehingga dapat dialokasikan untuk penambahan honor pembuatan soal dan pengawasan ujian oleh guru-guru. Dan di samping itu guru-guru tidak lagi perlu mengoreksi lembar jawaban ujian dengan cara manual seperti biasanya. Menurutnya Madrasah harus mau
membuka diri dengan perkembangan ilmu teknologi, dengan memanfaatkan teknologi tersebut sebagai penunjang kemajuan pendidikan.

Menurut Eska Hanafi, sang proktor handal MA Al-Barkah, cukup mudah dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer ini, dari pengakuannya, ia sendiri bukan berlatarbelakang Sarjana Ilmu Teknologi, tapi berkat kegigihannya belajar secara otodidak, kemampuannya itupun tak diragukan oleh kepala Madrasah, meminta dirinya untuk menjadi proktor. Eska menambahkan, jika Madrasah keterbatasan laptop atau komputer yang dijadikan sebagai klien, maka dapat memanfaatkan Android.(zaid)

123

Berita Terkait