Rabu 15 Agustus 2018 | Al-Arba'a', 03 1440

Berita

Menag R.I. Buka Musabaqoh Bahtsul Kutub, Lomba Karya Tulis Ilmiah,KUA dan Penyuluh Teladan Nasional 2018

10-08-2018

* Kakanwil Kemenag Kepri bersama official Kemenag kepri

(inmas-kanwil) Merlyn Park Jakarta - Menteri Agama R.I. membuka secara resmi Musabaqoh Bahtsul Kutub, Lomba Karya Tulis Ilmiah, KUA dan Penyuluh Teladan Nasional 2018 Kamis,(9/8/2018).

Dirjen BimasIslam Prof.Dr.Muhammadiyah Amin  dalam laporannya dihadapan Menteri Agama mengatakan tujuan kegiatan ini adalah untuk mengoptimalkan pelayanan prima kepada masyarakat. Saat ini kita telah melakukan perubahan dan tranparansi dalam sistem laporan keuangan dan laporan harta kekayaan. Sehubungan dengan hal tersebut KPK akan memberikan penghargaan sebagai lembaga negara terbaik atas kinerja dan integritas Kementerian Agama dalam melaporkan Harta Kekayaan singkat dirjen menutup laporannya.

Menteri Agama R.I. Lukman Hakim Saifuddin dalam pidatonya menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi disatukan kegiatan ini. Bagi saya ini menandakan terjalinnya sinergi antar unit di Kemenag. Sesungguhnya pemilihan KUA bermuara pada pelayanan dan eksistensi Kementerian agama di tengah- tengah masyarakat. Unsur penyuluh agama Islam di bawah KUA adalah memberikan paradigma baru bahwa KUA bukan hanya memberikan pelayanan administrasi pernikahan akan tetapi banyak sekali. Wajah KUA saat ini telah mengalami perubahan, meskipun saya menyadari belum semua KUA, tetapi sudah hampir menyeluruh, wajah dulu yang malas, kumuh semua sudah tidak ada lagi. Indikatornya adalah bangunan dan fasilitas serta tunjangan yang memadai saat ini, wajah KUA tidak hanya berhenti sampai disini, masih banyak perjalanan yang akan datang.

1. Layanan publik yang ramah, yaitu responsif dilingkungan dan mengikuti perkembangan teknologi.
2. Manajerial sdm, KA.KUA harus  membenahi sistem menjadi lebih baik.
3. Transparansi KUA, sejak diberlakukan perubahan tarif terjadi kepercayaan yang lebih terhadap kinerja KUA.

Penguatan kapasitas dan laporan harus di tingkatkan, saya berharap tidak ada lagi catatan hitam. Berbagai tantangan tersebut adalah pelecut agar KUA lebih kreatif. KUA harus berinovasi dan saling berinovasi memberikan layanan yang lebih baik.Saat kita harus berkoordinasi dan bersinergi bukan saatnya lagi berjalan ditempat.

Menteri Agama mengapresiasi lomba yang sudah di inovasi oleh Dirjen Bimas Islam, Inovasi ini akan melahirkan ide-ide cemerlang dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Menteri agama berharap calon pengantin nantinya mengetahui hakekat dari rumah tangga, karena ini merupakan pondasi ketahanan suatu bangsa. Kita tidak ingin lagi angka cerai meningkat, kita ingin keluarga memiliki ketahanan yang memadai, oleh karena itu catin harus memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi dan memadai. Generasi muda saat ini saat ini memiliki tantangan yang sangat banyak, oleh karena itu KUA harus memberikan pelayanan dan pemahaman yang luas kepada masyarakat. (humpro-usman)

24

Berita Terkait