Sabtu 19 Oktober 2019
As-Sabt 19 Syafar 1441

Berita

Menag Luncurkan Buku Moderasi Beragama

08-10-2019


* Menag Luncurkan Buku Moderasi Beragama

Jakarta (inmas)__Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI luncurkan buku moderasi beragama di Kantor Kementerian Agama RI, MH.Thamrin, Jakarta Pusat, pada Selasa (08/10/2019).

Acara ini dihadiri oleh 300 orang undangan yang terdiri dari pimpinan majelis agama , pejabat eselon 1 dan 2 dijajaran Kementerian Agama, Kepala Kanwil se-Indonesia, para Rektor, perwakilan MUI, tokoh agama, akademisi dan media cetak/elektronik.

Kegiatan dumulai pukul 09.00 wib dan dibuka langsung oleh Ketua Panitia Prof. Dr. H. Abdurrahman Mas'ud yang menjabat sebagai Kepala Balitbang dan Diklat Kemenag RI.

Dalam sambutannya ia mengucapkan terimakasih dan mengucapkan rasa syukur atas peluncuran buku moderasi beragama.

"Saya mengucapkan banyak terimakasih dan rasa syukur kepada seluruh elemen yang berperan aktif dalam menyelesaikan buku moderasi beragama ini mengingat begitu banyak tokoh-tokoh dan akademisi yang terlibat dalam menyelesaikan buku ini sehingga pada hari ini resmi diluncurkan", kata Abdurrahman Mas'ud.

Selanjutnya sambutan dari Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, Menag manyatakan bahwa maksud dari buku moderasi beragama ini yaitu untuk menjawab pertanyaan apa dan mengapa moderasi beragama itu perlu serta bagaimana moderasi beragama bisa diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kemudia Menag menegaskan bahwa moderasi beragama bukan moderasi agama, "Agama tidak perlu dimoderasi karena agama datang dari Tuhan, tapi yang perlu dimoderasi adalah cara beragamanya agar tidak terjerumus dalam pemahaman ekstrim dan berlebihan", ujar Menag.

Ada tiga tolak ukur moderasi beragama menurut Menag. Pertama, kembali pada inti pokok ajaran agama yaitu mengajak melindungi harkat martabat manusia. Kedua kesepakatan bersama karena antara satu dengan yang lain memiliki keberagaman dan keterbatasan kemudian yang terakhir ciptakan ketertiban umum agar bisa hidup bersama secara rukun dan tertib.

Selanjutnya ia juga menyampaikan kenapa perlu moderasi beragama. "Moderasi beragama itu untuk memanusiakan manusia, menjaga beragaman serta sebagai strategi kebudayaan karena Indonesia memiliki ciri khas yang tidak dimiliki bangsa lain, yaitu kemajemukan dan religius", ucap Menag.

Terakhir ia menyampaikan ada tiga pendekatan dalam mengimplementasi moderasi beragama, yaitu sosialisasi moderasi beragama, setiap kegiatan harus selalu berorientasi kepada moderasi beragama, pendekatan bersama kepada masyarakat karena tidak cukup dilakukan oleh Kementerian Agama tapi harus menjadi gerakan kita semua. (sadam)

55

Berita Terkait