Jumat 19 Juli 2019
Al-Jumuah 16 Dzulka'dah 1440

Berita

Mastuki: Personal Branding Mengerek Naik Institusional Branding

14-05-2019


* Mastuki: Personal Branding Mengerek Naik Institusional Branding

Depok (Inmas)- Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag RI, Mastuki mengatakan personal branding akan mengerek naik institusional branding dan sebaliknya institusional branding akan mengerek naik personal branding. Jika personal branding pimpinan baik, maka setidaknya 50% sudah membantu institusional branding untuk ikut naik. Dia mencontohkan jika Menterinnya memiliki personal branding yang baik seperti Menteri KKP Susi Pudjiastuti maka KKP secara institusional juga akan terkesan baik. Hal tersebut dikatakannya saat memberikan materi pada Rakor Kehumasan Bidang Pengawasan Tingkat Kanwil Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Itjen Kemenag RI di Hotel Santika, Depok Jawa Barat, Selasa (14/5).

Mastuki menjadi narasumber dengan materi sinergi dan kolaborasi humas pusat dan daerah. Dia lebih lanjut mengatakan tantangan kekinian kehumasan adalah melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama stakeholders. Soal capacity, humas menurutnya harus mampu menjelaskan kepada masyarakat dengan baik. Humas Kemenag harus memiliki kecerdasan berlipat-lipat dari humas kementerian lain.

“Humas itu bukan person to person meskipun personally itu penting. Humas menjadi corong bagi Kanwil masing-masing dan menjadi amplifier sekaligus komunikator pada publik. Sejatinya semua ASN Kemenag adalah humas bagi kementerian, tetapi karena ada struktur maka person itu menjadi penting,” kata Mastuki.

Mastuki mengatakan Kemenag sudah menerbitkan lima nilai budaya kerja sebagai corporate culture. Sebagai budaya yang melekat pada lembaga, implementasi lima nilai budaya kerja pada profesionalitas dan inovasi. “Lima nilai budaya kerja adalah bagian yang dibangun sekaligus menjadi spirit agar lima nilai budaya kerja menjadi corporate culture yang benar-benar melekat. Kecil bentuknya tetapi besar nilainya atau efeknya, tidak mengalir begitu saja tetapi harus by design,” ujar Mastuki.

“Corporate culture adalah seberapa tinggi ASN menjunjung ekosistem dan budaya organisasi yang berorientasi outcomes,” imbuhnya.

Selanjutnya, Mastuki mengatakan corporate branding adalah tentang sudahkah ASN menyadari menjaga identitas dan nilai organisasinya. “Identitas penting sekali bagi organisasi. Hampir semua perusahaan sangat peduli pada branding, seperti Gojek, Traveloka, dan lain-lain yang peduli sekali dengan branding mereka,” ucap Mastuki.

Mastuki menjelaskan digital culture yang diaplikasikan oleh ASN Kemenag. Menurutnya digital culture dinilai seberapa tinggi literasi dan kesadaran digital pegawai tentang perkembangan teknologi. “Nah, dalam posisi ini humas harus bergerak maju pada digital culture yang menjadi bagian dari habit organisasi. Sampaikan pesan-pesan keagamaan melalui medsos sesuai dengan perkembangan zaman. Kita dorong ASN Kemenag memiliki digital culture, termasuk yang kita dorong pertama kali adalah para pejabat untuk mendorong digital culture. Hampir semua isu ada medsos, dan digital culture menjadi bagian dari tusi humas untuk mengedukasi masyarakat,” ucapnya lagi.

Fungsi humas pemerintah meliputi dua aspek yakni pada sisi publikasi untuk menyampaikan kebijakan dan program, promosi capaian kinerja, merespon isu di media, masyarakat dan stakeholders, dan memfasilitasi dialog dengan publik. Sedangkan pada sisi feedback adalah menyerap aspirasi masyarakat, memantau isu di media, masyarakat dan stakeholders, analisis isu strategis dan memberikan masukan pada pimpinan dan pengambilan keputusan. (hatiman)

73

Berita Terkait