Selasa 16 Juli 2019
Ats-tsulatsa 13 Dzulka'dah 1440

Berita

Masjid Sebagai Pusat Budaya dan Ilmu

14-04-2019


* H.M.Nasir,S.Ag, M.H menyampaikan materi kajian rutin Masjid Al Muawwanah

(Kemenag Lingga)-- Masjid Al Muawwanah Cening menggelar kajian rutin ba'da maghrib setiap Jumat malam. Kajian rutin kali ini diisi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lingga, H.Muhammad Nasir,S.Ag,M.H, Jumat(12/4).

Menurut pengurus masjid, M.Sardi yang juga ASN Kemenag Lingga ini mengatakan Al Muawwanah membuka dan memberikan laluan kepada siapa saja yang ingin membuat kegiatan keagamaan disini. "Kegiatan BKMT, tahsin Quran juga sudah berjalan. Pokoknya kita siap memfasilitasi. Kita fungsikan masjid untuk kegiatan yang bermanfaat,"ungkap Sardi.

"Kajian ba'da Maghrib kali ini di Mesjid Al Muawannah Cening Daik Lingga kita minta kesediaan almukarrom H. M. Nasir. S. Ag. MH.
Kepala kantor Kementrian Agama (Kemenag)
Kabupaten Lingga untuk membagikan ilmunya,"jelas Sardi.

Dalam kajiannya beliau menyebutkan bahwa Masjid merupakan pusat budaya dan ilmu. Ada dua hal yang tidak boleh putus dari manusia adalah ibadah dan ilmu. "Orang yang beriman dan berilmu akan pasti diangkat derajatnya oleh Allah SWT, baik di dunia maupun akhirat. (Q. S. Al Mujadilah, 59:11),"terang H.M.Nasir,S.Ag,M.H.

"Ilmu terdiri dari huruf 'ain, yang bermakna 'Illiyin (tinggi), maka dipastikan yang berilmu, tentunya ilmu yang bermanfaat akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Huruf Lam, Luthfun berarti lembut, dengan ilmu akan muncul pribadi yang berakhlakul karimah, senatiasa bersikap lembut dan penuh kasih sayang dan terakhir huruf Mim bermakna Mulkun (menguasai). Bila ingin kebahagiaan dan kesuksesan dikehidupan dunia dan akhirat dalam genggamannya, maka ilmu lah sebagai kuncinya,"jelasnya lagi.

Kepala Kemenag Lingga menghimbau masjid surau yang ada di Kabupaten Lingga jangan sampai ada yang tidak memfungsikan masjid sebagi tempat strategis membangun peradaban umat melalui ilmu, iman dan amal sholeh.

Semangatkan diri untuk terus belajar dan menambah ilmu. Sehingga hidup menjadi mudah dan terarah. Seiring bertambahnya ilmu tentu bertambah iman sehingga hidup memiliki pedoman. (zaid/setiadi)

64

Berita Terkait