Selasa 13 November 2018
Ats-tsulatsa 4 Rabiul Awal 1440

Berita

Madrasah Siap Gunakan Aplikasi Rapor Digital

09-11-2018


* Madrasah Siap Gunakan Aplikasi Rapor Digital

Batam (Inmas)-Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Propinsi Kepulauan Riau H. Abu Sufyan memberikan arahan pada rapat rutin Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Aliyah Kota Batam, Jumat (9/11) di Aula Kantor Kemenag Kota Batam Jalan Masjid Baiturrahman Sekupang Batam. Hadir dalam rapat tersebut antara lain Kepala Kemenag Kota Batam H. Erizal Abdullah, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Batam H. Sarbaini dan sejumlah kepala madrasah negeri dan swasta yang tergabung dalam KKM Kota Batam.

Dalam arahannya, Abu Sufyan mengatakan setidaknya terdapat beberapa agenda madrasah yang harus dipersiapkan dengan matang dalam waktu dekat, antara lain Ujian Semester Ganjil, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN), dan USBN. Abu Sufyan mengatakan terdapat sejumlah perubahan mendasar untuk setiap agenda tersebut. Untuk UNBK dia mengatakan akan segera menambah server karena UN dilaksanakan 100% berbasis komputer. “Akan kami siapkan sejumlah titik lokasi pelaksanaan UNBK, saya minta madrasah segera melakukan simulasi,” kata Abu Sufyan.

Sementara untuk kegiatan ujian semester ganjil bagi madrasah, akan digelar pada 3-8 Desember 2018. Menurutnya terobosan baru yang ditempuh oleh pemerintah adalah saat menerima hasil evaluasi sekolah, siswa madrasah akan menggunakan e-rapor atau Aplikasi Rapor Digital (ARD). Penggunaan ARD relatif baru, untuk itu pihaknya memastikan semua berjalan lancar. “Untuk ARD akan menggunakan basis data Emis, jika data Emis sudah berkualitas maka tidak akan ada masalah di ARD nanti. Saya minta KKM menyiapkan kisi-kisi soal yang berkualitas baik, berkoordinasi dengan para pengawas terutama bagaimana kita menyajikan soal-soal yang kekinian,” pinta Abu Sufyan.

Sejumlah masukan pun mengemuka dalam rapat yang berlangsung selama dua jam itu. Antara lain yang disampaikan oleh Zailani, yang mengkonfirmasi apakah data masih bergabung atau terpisah dengan Dinas Pendidikan dimana Diknas sudah melakukan pendataan melalui Dapodik. Berbeda, Zupriatun, seorang pengawas madrasah mengusulkan perlunya dilakukan sosialisasi sejak dini bagaimana teknis mengisi ARD agar saat mengisi data tidak terdapat kesalahan teknis.

Menanggapi hal tersebut, Abu Sufyan mengatakan KKM Kota Batam harus percaya diri menggunakan data Emis untuk ARD, karena menurutnya, data Emis sudah cukup valid mengingat data diambil dari Kabupaten/Kota. “Jika Dinas Pendidikan meminta data kita, silahkan diberikan saja. Saya pastikan kita gunakan ARD karena password sudah tersedia, untuk itu siapkan operator ARD yang mengerti IT dengan baik. Saya minta guru yang mendampingi juga paham dengan ARD, terutama wali kelas juga harus all out memberikan data,” kata Abu Sufyan mengarahkan.

Sementara itu di lokasi yang sama, Kepala Kemenag Batam Erizal Abdullah mengatakan ujian sekolah merupakan proses penting yang harus disiapkan dengan matang. Dia meminta KKM Kota Batam melakukan koordinasi yang menyeluruh agar menghasilkan mutu siswa madrasah yang berkualitas. “Saya kira madrasah-madrasah di Batam perlu meningkatkan kekompakan, saling berbagi informasi untuk memajukan madrasah, sebagai contoh apa yang kita lakukan di Pekan Muharram beberapa waktu lalu menjadi contoh bagaimana kebersamaan bisa terjalin antara madrasah negeri dan swasta. Saya ingin kualitas lulusan madrasah melebihi sekolah umum. MAN IC Batam sebagai boarding school harus mampu mengungguli sekolah-sekolah umum terbaik di Batam semisal Sekolah Yos Sudarso. Saya bersyukur madrasah di Batam dari penerimaan siswa baru sudah melebihi quota tentunya dengan standard yang tinggi pula. Demikian pula di pesantren, peningkatan jumlah santri juga signifikan,” ucap Erizal.

Terkait dengan pelaksanaan ujian semester ganjil, Erizal menyebutkan ujian merupakan proses dimana kejujuran diuji. Kejujuran menurutnya akan membentuk karakter anak didik. “Biarkan siswa mengikuti ujian dengan jujur, kewajiban kita hanya menyiapkan mereka dan menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan. Saya minta guru madrasah juga harus memahami bagaimana generasi milenial belajar yang tentunya berbeda dengan cara kita belajar dulu. Untuk itu KKM perlu didorong melakukan kerjasama, jika madrasah negeri sudah penuh dengan pendaftar, maka arahkan masyarakat untuk mendaftar ke madrasah swasta,” harap Erizal.

Terakhir, Erizal meminta madrasah mulai mempertimbangkan untuk menerapkan pembelajaran kitab-kitab klasik atau yang akrab disebut dengan kitab kuning. “Madrasah perlu melakukan terobosan mengajarkan kitab kuning, minimal dengan ekstrakurikuler agar siswa madrasah kita memiliki kelebihan,” pungkasnya. (hatiman)   

25

Berita Terkait