Selasa 20 Oktober 2020

Berita

Kunjungi Kepri, Wamenag Berikan Pembinaan ASN

22-09-2020


* Kunjungi Kepri, Wamenag Berikan Pembinaan ASN

Tanjungpinang (Kemenag) --- Wakil Menteri Agama RI, KH. Zainut Tauhid Sa’adi, melakukan kunjungan dan sekaligus pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta silaturahmi dengan tokoh agama di Kepulauan Riau yang bertempat di Aula Kanwil Kemenag Kepri, Jl. Daeng Kemboja Km. 15 Tanjungpinang, Ahad, (20/9). 

Kegiatan yang disiarkan langsung melalui Youtube Kemenag Kepri ini dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Kepri, Asisten I Pemerintah Provinsi Kepri, Ketua MUI Kepri, Ketua STAIN SAR Kepri, tokoh lintas agama serta para Kepala Kemenag se- Kabupaten/Kota.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, H. Mahbub Daryanto, mengatakan, saat ini diperlukan sinergitas antara Pemerintah Daerah dan Kemenag dalam kolaborasi yang apik untuk membangun kehidupan umat beragama di Kepulauan Riau. Kondisi kerukunan itu dinamis, hari ini kita rukun, besok bisa jadi tidak rukun. 

"Untuk itu perlu saling sinergi menjaga kerukunan umat beragama di Kepulauan Riau dan Kemenag akan mengisi ruang-ruang publik dalam pembinaan umat beragama,” ucapnya.

Kemenag tidak memiliki banyak anggaran dalam bidang pendidikan. Untuk itu, perlu kolaborasi dengan Pemprov Kepri sehingga bisa bersinergi untuk membangun pendidikan agama dan  keagamaan di Kepri.

Sudah! Saya sudah mendapat masukan, jika Kepri banyak kendala  yang bersifat geografis. Hal ini, diperlukan dukungan teknologi informasi dalam pelayanan sehingga lebih menjangkau seluruh pelosok Kepri.

“Kami berharap, Kepri mendapatkan prioritas pengadaan  ASN, karena ASN sangat sedikit,”ujarnya. 

Wakil Menteri Agama RI, KH. Zainut Tauhid Sa’adi dalam pengarahannya menyampaikan, Indonesia saat ini masih menghadapi pandemi Covid19. Dunia masih berjibaku untuk mengurangi angka penularan yang belum menunjukkan penurunan. 

"Pilihan paling mungkin adalah hidup berdampingan dengan Covid19 agar tetap produktif dan tetap bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, ungkapnya.

Menurut Wamenag, sudah sangat mendisrupsi semua aspek kehidupan yaitu kehidupan ekonomi, pertumbuhan ekonomi dunia yang masih minus. Namun, sebagai manusia yang beriman, kita terima Covid 19 ini sebagai ujian atau sebagai peringatan karena kita sudah terlalu jauh.

Jika sebagai ujian, kita berdoa agar setelah wabah, kita bisa naik kelas menjadi bangsa yang semakin maju. Sebagai bentuk ikhtiar kita wajib menerapkan protokol kesehatan sambil terus berdoa. Namun, jika wabah Covid19 dijadikan sebagai tantangan, maka kita harus berpikir positif terhadap pengaruhnya. 

“Banyak yang justru mendapatkan berkah ketika datang musibah karena terus berpikir positif. Namun jika kita menghadapinya dengan negatif, maka kita hanya akan semakin terpuruk. Contoh berkah positifnya adalah penggunaan IT untuk berbagai aktivitas pekerjaan yang dulu belum dilakukan. Mendadak pemilik aplikasi Zoom menjadi kaya raya,” ucap Wamenag mencontohkan.

Selanjutnya, Wamenag berharap kepada tokoh agama untuk dapat menjadi perekat persatuan bangsa dimana kebhinekaan menjadi perekat kerukunan bangsa, bukan malah sebaliknya, kebhinekaan bisa menghancurkan bangsa, lanjut Wamenag. 

Pendiri bangsa sudah menyelesaikan perdebatan antara nilai-nilai keagamaan dengan nilai-nilai kebhinekaan, melalui konsensus nasional berupa Pancasila.
Perdebatan panjang antara berbagai tokoh bangsa pernah terjadi. Namun, tetap mengedepankan kepentingan nasional dari pada kepentingan golongan. Kenapa demikian? Karena, pancasila mempertemukan perbedaan-perbedaan yang pada akhirnya mempersatukan kita sesama anak bangsa.

“Dengan adanya pamcasila, maka ada jaminan untuk melaksanakan ajaran agama oleh negara. Bahkan, negara memfasilitasi warga negaranya untuk melaksanakan ajaran agama tanpa adanya hambatan,” jelasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, H. Zulkarnain Umar usai mengikuti pembinaan ASN oleh Wakil Menteri Agama RI, KH. Zainut Tauhid Sa’adi, mengucapkan terimakasih kepada Kanwil Kemenag Kepri yang telah menaja kegiatan tersebut dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Intinya, sinergitas antara Pemerintah Daerah dan Kemenag harus tetap dijaga, imbuhnya.
----------

Humas

48

Berita Terkait