Minggu 19 September 2021

Berita

KKG PAI Lingga Gelar Sosialisasi Pengarusutamaan Gerakan Moderasi Beragama

20-03-2021


* Kepala Kemenag Lingga H M Nasir,S.Ag,MH

Lingga-- Kepala Kemenag Lingga terus menyampaikan sosialisasi gerakan moderasi beragama. Kali ini, guru Pendidikan Agama Islam di Kecamatan Lingga yang menjadi sasarannya. Guru harus memahami apa itu moderasi beragama.Pengarusatamaan moderasi beragama merupakan program nasional. Kegiatan sosialisasi digelar oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI yang dipusatkan di Aula SMA Negeri Lingga, Sabtu, 20 Maret 2021. 

Kegiatan sosialisasi disejalankan dengan penyusunan master soal PAI. "Sehingga 55 orang guru PAI bisa berkumpul. Jadi, kita sejalankan saja dengan kegiatan sosialiasi moderasi beragama bagi guru ,"kata Susanto, Ketua KKG PAI, Sabtu(20/03)

"Tugas guru sangat berat. Apalagi di era disrupsi saat ini. Hampir semua peran manusia mulai diambil alih oleh teknologi. Kemajuan-kemajuan ini harus menjadi perhatian dari guru PAI. Jangan sampai guru kalah dengan teknologi yang berkembang. Terutama terkait derasnya arus informasi tentang berbagai faham yang muncul akhir-akhir ini. Bagaimana  kita membekali anak-anak kita dengan pengetahuan yang cukup dan tidak ekstrim,"terang H Muhammad Nasir,S.Ag,MH.

Para pendahulu sudah mengamalkan moderasi. Dasarnya Quran Surat Al Baqarah ayat 143. Justru melalui moderasi dulunya kita bersatu. Hanya kita belum menempatkannya pada tempat yang tepat. Hari ini kita, kita harus mampu menempatkannya dalam dunia pendidikan,"tambahnya.

"Nilai wasatiyah atau moderasi harus dikembangkan dalam dunia pendidikan. Pertama, anak harus taat kepada Allah SWT. Kita harus mengukur kesadaran anak. Kita harus mengembangkan model pendidikan berkesadaran. Kedua, cinta kepada bangsa Indonesia. Harus diberikan keseragaman pandangan tentang Indonesia. Bagaimana membangun rasa cinta dalam diri anak terhadap negeri ini.  
Ketiga, mencintai sesama manusia. Rasa cinta ini mulai luntur saat ini. Itulah inti ajaran moderasi,"tuturnya lagi. 

"Kita harus mengembangkan cara pandang anak secara tepat. Berpikir seimbang, tengah-tengah dan tidak ekstrim. Pengaruh dunia global, pengaruh perkembangan teknologi, era digital. Menyebabkan muncul paradigma baru sehingga melahirkan paham-paham baru. Bagaimana melacak keekstriman anak-anak di sekolah? lihat dari sikap egoistik anak saat berdiskusi. Ini bisa kita deteksi sejak awal,"terang H Muhammad Nasir,S.Ag,MH.

"Lembaga pendidikan harus ikut membantu penetrasi gerakan moderasi. Mulai hari ini, guru harus menanamkan tiga hal pokok, yakni moderasi pemikiran, moderasi gerakan dan moderasi perbuatan,"tandasnya.(zaid)

313

Berita Terkait