Senin 20 September 2021

Berita

KIIS Seri #42 ASN, Integritas, Kerukunan dan Moderasi Beragama 

28-07-2021


* KIIS Seri #42 ASN, Integritas, Kerukunan dan Moderasi Beragama 

Tanjungpinang (Humas)_Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI melaksanakan kegiatan rutin KIIS Seri #42 dengan tema ASN, Integritas, Kerukunan dan Moderasi Beragama secara virtual, Rabu, 28 Juli 2021. 

Dalam kegiatan tersebut para narasumber yang hadir secara virtual antara lain Inspektur Investigasi Dr. H. Khairunnas, Kepala Pusbimdik Khonghucu Sekjen Kemenag RI, Dr. Wawan Djunaedi, Ketua STAIN Mandailing Natal Dr. Torkis Lubis, dan Kepala Kemenag Gresik, Markus, MH.

Inspektur Investigasi, Khairunnas dalam arahannya mengatakan landasan ASN berintegritas disebutkan dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN yang menuntut ASN dapat mengimplementasikan nilai-nilai integritas terutama di tengah pekerjaannya sebagai ASN di Kemenag. 

"Kemenag akan jauh lebih baik jika aparaturnya memiliki integritas yang baik," kata Khairunnas.  

Dia mengatakan moderasi beragama merupakan isu strategis yang masuk dalam rencana strategis nasional 2020-2024 dengan leading sektor Kemenag. Moderasi beragama diimplementasikan dalam misi Kemenag 2020-2024 yakni meningkatkan kerukunan umat beragama dan moderasi beragama.

Selanjutnya Kemenag mendorong lembaga pendidikan di lingkungan Kemenag dalam mengamalkan moderasi beragama dilingkungan pendidikan Islam.  Ditjen Pendis juga menggagas gerakan rumah moderasi beragama pada setiap lembaga pendidikan Islam mulai dari RA hingga perguruan tinggi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusbimdik Khonghucu Sekjen Kemenag RI, Dr. Wawan Djunaedi mengatakan rebranding ASN Bangga Melayani Bangsa oleh Presiden Joko Widodo dengan core valuesnya moderasi beragama. 

Lebih lanjut dia mengatakan manusia adalah makhluk dengan identitas jamak, antara lain identitas pribadi, identitas etnik, identitas bangsa dan lain sebagainya. 

"Indonesia ada karena keberagaman. Kita harus ikhlas hidup berdampingan dengan saudara yang saling berbeda," ucap Wawan.  

Wawan menyebutkan statistik penduduk dunia terakhir menunjukkan 32% beragama Kristen-Katholik, 24% Islam, 15% Hindu, 16% penduduk dunia bahkan tidak berafiliasi. Keragaman tersebut menurutnya skenario Allah SWT yang menjadikan kita majemuk. 

"Dalam Islam saja sangat banyak mazhab yang terus berkembang. Keberagaman sudah takdir Allah SWT, jangan meributkan hal-hal yang tidak produktif," pesan Wawan. 

Apa yang mengganggu toleransi beragama?

Toleransi beragama biasanya diganggu oleh pemahaman agama yang tafsir tunggal, menganggap dirinya yang paling benar, dan senantiasa menciptakan hubungan us - others.  Menurutnya tidak ada koflik agama, yang ada konflik sosial bernuansa agama, karena agama itu damai. 

Ketua STAIN Mandailing Natal Dr. Torkis Lubis mengatakan profesi ASN adalah karunia yang besar terutama dimasa kini, karena saat ini menjadi ASN dibutuhkan beberapa kompetensi yang makin sulit dimiliki. Maka menurutnya ASN adalah profesi yang mulia. 

Profesi yang mulia dikerjakan secara profesional maka akan melahirkan amaliah yang mulia bukan saja disisi Tuhan, namun juga mulia di mata manusia. Dalam ajaran Islam disebutkan Allah telah meletakkan mizan agar hidup manusia selalu seimbang. 

"Kita sering kurang memperhatikan keseimbangan antara dunia pekerjaan dan keluarga. Kita sering terlalu fokus pada pekerjaan, sering lupa keseimbangan pada perhatian pada keluarga. Profesionalitas bukan berarti mengabaikan tanggungjawab terhadap keluarga. Berikan hak-hak dalam keluarga agar kehidupan selalu seimbang," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Kemenag Gresik, Markus, MH mengatakan ASN yang profesional adalah mampu memperbaiki mindset terlebih dahulu. Mindset lima budaya kerja Kemenag menjadi ruh dan pondasi dalam implementasinya. 

 

79

Berita Terkait