Minggu 20 Juni 2021

Berita

KIIS Seri #33 ASN, Integritas, Optimalisasi Kinerja dan Layanan Publik

05-05-2021


* KIIS Seri #33 ASN, Integritas, Optimalisasi Kinerja dan Layanan Publik

Tanjungpinang (Humas)_Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI menyelenggarakan kegiatan KIIS Seri #33 dengan tema Integritas, Optimalisasi Kinerja dan Layanan Publik, Rabu, 5 Mei 2021 secara daring dengan jumlah partisipasi 200 peserta.

Kegiatan menghadirkan keynote speaker Inspektur Wilayah II Itjen Kemenag RI, Dr. H. Nur Arifin, Rektor IAIN Pekalongan Dr. H. Zaenal Mustakim, Kakanwil Kemenag Aceh, Dr. H. Iqbal, MA, dan Dosen IAIN Salatiga Dr. Diyah Rochati.

Nur Arifin mengatakan setiap ASN pada hakekatnya sudah disumpah untuk taat kepada Pancasila, UUD 1945, negara dan pemerintah termasuk ASN Kemenag. Untuk itu dia kembali mengingatkan jajarannya di seluruh Indonesia untuk melaksanakan sumpah dan janji yang sudah diucapkan.  

Dia menjelaskan Itjen Kemenag RI sudah beberapa kali melakukan tindakan berupa pemberhentian PNS karena terbukti melanggar sumpah khususnya beberapa kasus yang menyangkut ketaatan pada Pancasila, UUD 1945, negara dan pemerintah.

PNS juga sudah berjanji akan melaksanakan segala peraturan perundangan yang berlaku yang dikeluarkan pemerintah. Bahkan Itjen Kemenag sudah memproses kasus di Kabupaten Jombang berkaitan dengan pelanggaran peraturan.

“Ada dosa yang mengalir jika ada PNS yang melanggar aturan pemerintah. Termasuk dalam hal perencanaan proyek, pelaksanaan lelang proyek dan lain sebagainya,” pesannya.  

PNS juga bersumpah untuk menjunjung tinggi kehormatan negara. ASN dilarang mengeluarkan kosa kata yang tidak etis, tidak beradab dan melukai hati orang lain atau memperkeruh suasana. Karena PNS wajib mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri sendiri, orang lain dan golongan.

“Semoga kita selalu komitmen memegang sumpah PNS. Hal yang sering terjadi adalah PNS lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri dan golongan di atas kepentingan bangsa dan negara. Padahal integritas erat kaitannya dengan pelaksanaan sumpah PNS,” imbuhnya.  

Sementara itu, Rektor IAIN Pekalongan, Zaenal Mustakim mengatakan seluruh ASN hendaknya bekerja sepenuh hati bukan sepenuh gaji yang bekerja dengan niat yang tulus sebagai ibadah bukan mengejar materi semata.

“Bekerja sepenuh hati bermakna bekerja dengan sungguh-sungguh dengan kinerja terbaik. Agar bekerja lebih optimal, tidak bekerja secara sendiri seperti superman tetapi super tim. Maka kita bekerja bersama untuk mencapai target dengan prima”, ujar sang Rektor.  

Sejumlah langkah produktif yang dapat dilakukan oleh ASN untuk menghasilkan kinerja yang prima antara lain meningkatkan emotional quotient yang tinggi, sikap mental yang baik, behavior yang bagus, interpersonal yang tinggi, chemistry, sinergi dan dalam team work.

“Kenali emosi diri kita sendiri, kelola emosi itu, kemampuan memotivasi diri untuk memberikan yang terbaik, punya sosial skill dengan kemampuan membangun jaringan dan komunikasi yang baik. Dengan demikian kita menjadi ASN yang memiliki visi pelayanan prima,” ucapnya.  

Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh, Dr. H. Iqbal, MA dalam materinya mengatakan kinerja yang baik ditandai dengan kinerja yang optimal meskipun tanpa adanya pengawasan dari atasan dan kekurangan fasilitas yang dimiliki. ASN siap melaksanakan tugas apapun kondisinya.

ASN Kemenag pantas bersyukur karena para pendahulunya telah menyusun kode etik kinerja sehingga kita bisa bekerja dengan penuh amanah.

Terakhir, Dr. Diyah Rochati, Dosen IAIN Salatiga menyebutkan pelayanan publik pada intinya upaya untuk pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai aturan yang berlaku bagi setiap warga negara.

“Prinsip pelayanan prima pada intinya masyarakat penerima manfaat terpuaskan dengan layanan yang diberikan. Asas dalam memberikan pelayanan publik antara lain transparansi, bersifat terbuka, mudah, mudah diakses, kondisional, partisipatif, kesamaan hak dan non diskrimatif,” jelasnya.

“Pelayanan publik harus bermanfaat secara luas. Di beberapa perguruan tinggi masyarakat sebagai penerima layanan diberikan bantuan hukum tanpa biaya. Kami juga membangun Kantin Inspriratif sebagai  ajang belajar berwirausaha,” pungkasnya.

40

Berita Terkait