Kamis 13 Mei 2021

Berita

KIIS Seri #30, ASN, Integritas dan Implementasi Moderasi Beragama

14-04-2021


* KIIS Seri #30, ASN, Integritas dan Implementasi Moderasi Beragama

Tanjungpinang (Humas)-Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI kembali menggelar kegiatan KIIS Seri #30 dengan tema ASN, Integritas dan Implementasi Moderasi Beragama secara daring, Rabu, 14 April 2021.

Para narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain Keynote Speaker Sekretaris Itjen Kemenag RI, Muhammad Tambrin, Rektor IAKN Manado Jeane Marie Tulung, Kakanwil Kemenag Jambi H. Muhammad, Wakil Rektor IAIN Palopo Dr. Muhaemin.

Muhammad Tambrin dalam arahannya mengatakan moderasi beragama dimaksudkan untuk menghadirkan rasa saling hormat menghormati antar pemeluk agama karena pada dasarnya semua kita bersaudara.

Dalam pemaparannya, Rektor IAKN Manado Jeane M. Tulung mengatakan saat ini sangat dibutuhkan ASN yang  mampu bertanggung jawab terhadap masyarakat. Untuk itu diperlukan integritas dalam setia jiwa ASN.  

"Jangan menjadi ASN berbeda apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan," kata Jeane.

Dia mengatakan berbicara integritas bermakna memiliki ketulusa, konsisten, memiliki keteguhan hati dan sangat mudah menerapkan nilai-nilai kebaikan kepada siapapun. Implementasi moderasi beragama berkata kunci dengan ketulusan. Jika kita tulus kita mampu diterima dimanapun.

"Tidak ada kemunafikan, pikiran dan hati yang buruk. Hati yang tulus akan terpancar dalam kehidupan sehingga diterima di manapun. Konsistensi menjadi penting untuk menjaga kepercayaan orang lain dengan keteguhan hati, serta tidak plin plan," ucapnya.

Jeane melanjutkan memiliki integritas bermakna mengikuti keyakinan terhadap nilai-nilai etika dan moral yang berbasis spiritual keagamaan dalam segala tanggung jawab pekerjaan sebagai ASN. Memiliki hikmat dari Tuhan dalam melakukan setiap tanggung jawab pekerjaan yang diberikan dan dipercayakan negara kepadanya.

Jujur pada diri sendiri. seseorang yang hati dan pikiran dan perbuatan akan mencerminkan ketulusan yang secara obyektif dapat dilihat dan dirasakan oleh masyarakat. Tidak ceroboh, karena dengan ceroboh akan merugikan institusi kita.

Di kampus moderasi beragama sudah terimplementasi dalam banyak hal khususnya di perguruan tinggi dalam berbagai bentuk penelitian kolaboratif yang menunjukkan bahwa kita masyarakat yang sangat moderat.

Sebagai ASN kita wajib bersuara dengan peran disitu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kita juga wajib memberikan pengeruh positif kepada rekan-rekan yang belum bersikap moderat. namun jangan sampai menutup ruang yang ada. ASN punya peran yang besar dalam memberikan keteladanan.

Keragaman adalah kehendak tuhan. Tuhan memang menghendaki manusia beragam dan tidak sama semua. Sebagai orang yang beriman, kita tidak lepas dari kontak batin dengan yang maha kuasa tentang mana yang benar mana yang salah.

Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktek beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umat.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Jambi, H. Muhammad menjelaskan ASN yang berintegritas memiliki ciri khas profesional, netral dari intervensi politik, bersih dari praktek KKN, memberikan pelayanan publik, perekat persatuan dan kesatuan bangsa, jujur, adil dan bertanggung jawab.

Integritas merupakan kunci utama dalam pembangunan bangsa. Integritas adalah praktek bersikap jujur dan menunjukkan kepatuhan yang konsisten dan tanpa kompromi terhadap prinsip dan nilai moral dan etika yang kuat.

"Sebenarnya dari sisi aturan sudah lengkap namun masih lemah dalam implementasinya. Di dalam membangun sebuah sistem harus dilengkapi dengan regulasi. Implementasi moderasi beragama di Provinsi Jambi dilakukan dengan membuka dialog. Yang perlu ditanamkan adalah perbedaan adalah rahmatan lil alamin," tegas Muhammad.  

Muhammad menambahkan perbedaan tidak perlu dipersoalkan. Merubah cara pandang dilakukan sejak usia dini dengan penanaman nilai moderasi beragama di lembaga pendidikan usia dini.

"Kami sudah melakukan kerjasama dengan Gubernur Jambi dengan memberikan waktu 10 menit kapada siswa untuk membaca kitab suci masing-masing agama di sekolah. Kami selalu menyampaikan materi-materi yang terkait dengan moderasi beragama, karena kami yakin bahwa semua menginginkan rasa aman dan nyaman," pesannya.  

"Moderasi adalah sebuah pergaulan. Anak-anak yang bergaul maka dia sudah membangun jiwa yang moderat. Bergaulah dengan orang yang berbeda, maka akan tertanam nilai-nilai moderasi beragama," imbuhnya.

Berbeda dengan Wakil Rektor IAIN Palopo, Dr, Muhaemin yang mengatakan diperlukan internalisasi nilai-nilai budaya pada ASN agar lebih seimbang. ASN memiliki posisi yang strategis. Dengan jumlah yang besar, ASN Kemenag harusnya menjadi rule model dalam pembangunan bangsa.

Indonesia kaya dengan budaya lokal yang perlu diinternalisasi pada ASN karena memiliki korelasi yang kuat dalam membangun integritas.

Diperguruan tinggi, moderasi beragama sudah dilakukan dalam mata pelajaran di perguruan tinggi dan melakukan sejumlah penelitian dengan berbagai pihak termasuk kerjasama dengan FKUB.

59

Berita Terkait