Jumat 06 Agustus 2021

Berita

Kepala KUA Kec. Bintan Pesisir Lakukan Pemantauan Pemotongan Hewan Kurban Iduladha 1442 H Di Desa Kelong

20-07-2021


* Kepala KUA Kec. Bintan Pesisir Lakukan Pemantauan Pemotongan Hewan Kurban Iduladha 1442 H Di Desa Kelong

(Kemenag Bintan) – Selasa (20/7/2021), Kepala KUA Kecamatan Bintan Pesisir, H. Ramli Hamid, melakukan pemantauan pemotongan hewan kurban di Masjid Besar Al Ma'ruf Desa Kelong. Ikut memantau prosesi pemotongan hewan kurban saat itu, Camat Bintan Pesisir.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah keseluruhan hewan kurban yang dipotong tahun ini di Kecamatan Bintan Pesisir adalah 6 ekor kambing dan 11 ekor sapi. Dengan rincian, Desa Kelong 5 ekor sapi dan 5 ekor kambing, Desa Numbing 1 ekor sapi dan 6 ekor kambing, Desa Air Glubi 1 ekor sapi, sementara di Desa Mapur belum ada pemotongan hewan kurban tahun ini.

Pemotongan hewan kurban di Desa Kelong mulai dilakukan pada pukul 09.30 WIB oleh tiga orang juru sembelih yakni, Saimon, Amran dan Hidayat. Menurut keterangan panitia hewan kurban, perkiraan daging kurban akan terkumpul sekitar 500 Kg. Daging-daging kurban tersebut akan dibagikan prioritas kepada kaum duafa atau fakir miskin yang ada di Desa Kelong berjumlah sekitar 90 jiwa.

Ka. KUA Bintan Pesisir mengabarkan kepada Humas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bintan dalam pesan Whatsaap nya bahwa dari hasil pantauannya secara umum, panitia sudah bekerja dengan maksimal dan sudah memenuhi protokol kesehatan dengan tidak menimbulkan kerumunan.

“Pengemasan daging kurban juga sudah memenuhi unsur kesehatan dan higienitas. Meskipun demikian memang masih ada hal-hal untuk kedepannya mesti dievaluasi kembali,” kata Ramli.

Dalam kesempatan tersebut Ramli langsung mendaftarkan diri menjadi peserta kurban di Desa Kelong untuk tahun depan 1443 H/2022 M. Bersamaan dengannya, Camat Bintan Pesisir yang saat itu juga hadir ikut mendaftar sebagai peserta kurban tahun depan disana.

"Untuk berkurban tahun depan maka mulai sekarang harus disiapkan dan dananya dicicil tiap bulan agar tidak terasa berat. Oleh karena itu harus ada panitia yang sebagai penanggung jawab. Tahun ini harga sapi 22 juta rupiah per ekornya, tahun depan bisa saja harganya semakin naik, kalau dadakan tentu terasa berat",” ujar Ramli.

Ramli berharap semoga tahun depan pandemi Covid-19 sudah berakhir sehingga umat Islam dapat melaksanakan ibadah Iduladha dan ibadah kurban dengan lebih tenang dan khusyuk. “Kita juga berharap untuk tahun-tahun berikutnya ada peningkatan jumlah hewan kurban sehingga ada lebih banyak jumlah fakir miskin dan kaum duafa yang dapat menikmati daging kurban. Karena salah satu esensi dari ibadah kurban itu sendiri adalah ingin memberikan pesan kepada kita tentang indahnya berbagi,” ungkap Ramli. (ramli/amilia)
 

146

Berita Terkait