Minggu 20 Juni 2021

Berita

Kepala Kemenag Karimun H. Jamzuri Himbau Pengurus Masjid di Karimun Terapkan 5M Demi Mencegah Penyebaran Covid-19

04-05-2021


* Kepala Kemenag Karimun H. Jamzuri Himbau Pengurus Masjid di Karimun Terapkan 5M Demi Mencegah Penyebaran Covid-19

Karimun (Inmas) - Menindaklanjuti Edaran Bupati Nomor :400/KESRA-SEKDA/2021 tentang Pelaksanaan Ibadah Ramadhan 1442 H pada masa pendemi covid-19 di Kabupaten Karimun, dan Edaran Bupati Nomor: 300/SET-COVD-19/IV/02/2021 Tentang Pengaktifan Kembali Pemberlakuan Jam Malam Dalam Rangka Mencegah Penyebaran COVDD-19 di Kabupaten Karimun, serta hasil rapat Pemgurus Masjid/Surau dan Mushala tanggal 01 Mei 2021 di Kantor Bupati Karimun, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karimun menghimbau kepada seluruh umat Islam di Kabupaten untuk tetap menerapkan protokol kesehatan 5M dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

“Kepada Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan untuk dapat memantau pelaksanaan Shalat Fardhu 5 waktu, shalat tarawih, tadarus Al-Qur'an dan kegiatan keagamaan lainnya di Masjid, surau, mushala agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi atau interaksi.” Kata H. Jamzuri.

Kepada pengurus Masjid, Surau dan Mushala juga diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah shalat 5 waktu, shalat tarawih, tadarus Al-Qur;an dan kegiatan keagamaan lainnya seperti menggulung karpet, memberi tanda jarak antar jama'ah, menganjurkan jama'ah membawa sajadah masing-masing.

“Kepada pengurus masjid diminta untuk mnyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, alat pengukur suhu serta masker dan menempatkan petugas protokol kesehatan di setiap pintu masuk, untuk mengecek jama'ah agar mematuhi protokol kesehatan.” Tambah H. Jamzuri.

Yang terpenting adalah pengurus Masjid/Surau/Mushalla bisa menjadi contoh bagi jama'ah dalam mematuhi protocol kesehatan serta dapat berkoordinasi dengan Babinsa, Kamtibmas setempat apabila merasa kesulitan menerapkan protokol kesehatan di tempat masing-masing.

“Kepada Masjid, Surau dan Mushala yang akan melaksanakan Shalat Idul Fitri dianjurkan dilaksanakan di lapangan terbuka dan tetap mematuhi protokol kesehatan serta pelaksanaan silaturrahim (open house) di batasi dan diperuntukan hanya untuk keluarga terdekat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
 

48

Berita Terkait