Minggu 17 Januari 2021

Kepala Kemenag : Pesantren Harus Melahirkan Ulama Tangguh di Bunda Tanah Melayu

11-09-2020


*

(Kemenag Lingga) -- Kepala Kemenag Lingga melakukan kunjungan ke Ponpes Baitul Qurán Lingga. Kunjungan dalam rangka 
Penyerahan secara simbolis bantuan daring, PIP, dan BOS tahap dua, Jumat(11/9) tadi pagi. 

Sekaligus penyerahan Izin Operasional Pondok Pesantren Halimatussa'diyah dan Darul Iman. 

"Legalitas izin operasional sangat penting. Alhamdulillah perpanjangan izin operasional BQ sudah terbit. Berikut dengan berbagai bantuan yang akan kami terima. Tentu kami sangat berterima kasih," ungkap Nizar Pesantren BaitulQuran. 

"Melihat perkembangan hari ini, kita patut bersyukur karena di Lingga sudah mulai tumbuh pondok-pondok pesantren baru. Tentu ini menunjukkan tren positif dalam hal pendidikan agama dan keagamaan di Bumi Bunda Tanah Melayu," tambahnya.

Karena kita berada di wilayah hukum, maka secara legal formal Ponpes harus mendapatkan izin operasional. "Meskipun lembaga pesantren dibangun dan diinisiasi oleh masyarakat, tapi harus mendapatkan izin dari pemerintah. Tujuannya adalah selain keberadaannya dilindungi oleh undang-undang, lembaga pesantren akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat," jelas H M Muhammad Nasir Nasir, S.Ag,MH.

"Ini adalah kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat. Kita akan bisa maju dan bergerak bersama-sama. Kita harus kembali ke visi awal pembangunan pesantren. Jangan sampai kehilangan jejak karena pengaruh modernitas. Pesantren harus menjadi gerbang lahirnya generasi baru. Generasi yang mampu memperteguh iman dirinya dan masyarakat. Sekaligus kita berazam  agar pesantren melahirkan ulama-ulama tangguh dari Kabupaten Lingga,"ingatnya.

"Selain itu, saya sangat berharap akan muncul karya-karya literasi dari santri ponpes. Giatkan kegiatan menulis di kalangan pesantren. Dorong dan berikan motivasi agar santri untuk kreatif," pintanya lagi. 

"Gunakan seluruh bantuan sesuai dengan juklak dan juknis. Rencanakan pengalokasian secara tepat. Mengingat waktu hanya tinggal tiga bulan efektif. Setelah digunakan segera siapkan laporan pertanggungjawabannya," pesannya lagi. 

Sementara itu, Edi Mellong, pimpinan Ponpes Halimatusya'diyah mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama yang sudah menerbitkan izin operasional. "Izin operasional ini menjadi pemicu semangat bagi kami. Artinya, kami diberikan kepercayaan oleh pemerintah untuk ikut andil memajukan pendidikan agama. Kami akan menjaga kepercayaan ini dengan baik,"ujarnya.

Hal yang sama diutarakan oleh KH. Muliadi, LC,pimpinan Darul Iman atas terbitnya izin operasional. "Semacam tak percaya, tetapi ini lah kenyataannya. Usaha dan ikhtiar kami ternyata membuahkan hasil. Ponpes Darul Iman sudah mengantongi izin beroperasi. Semoga kedepan akan terus lebih. Tentu kami butuh dukungan dari semua pihak. (zaid)

146

Kepala Kemenag : Pesantren Harus Melahirkan Ulama Tangguh di Bunda Tanah Melayu

11-09-2020


* Penyerahan BOS, PIP, Dana Daring

(Kemenag Lingga) -- Kepala Kemenag Lingga melakukan kunjungan ke Ponpes Baitul Qurán Lingga. Kunjungan dalam rangka 
Penyerahan secara simbolis bantuan daring, PIP, dan BOS tahap dua, Jumat(11/9) tadi pagi. 

Sekaligus penyerahan Izin Operasional Pondok Pesantren Halimatussa'diyah dan Darul Iman. 

"Legalitas izin operasional sangat penting. Alhamdulillah perpanjangan izin operasional BQ sudah terbit. Berikut dengan berbagai bantuan yang akan kami terima. Tentu kami sangat berterima kasih," ungkap Nizar Pesantren BaitulQuran. 

"Melihat perkembangan hari ini, kita patut bersyukur karena di Lingga sudah mulai tumbuh pondok-pondok pesantren baru. Tentu ini menunjukkan tren positif dalam hal pendidikan agama dan keagamaan di Bumi Bunda Tanah Melayu," tambahnya.

Karena kita berada di wilayah hukum, maka secara legal formal Ponpes harus mendapatkan izin operasional. "Meskipun lembaga pesantren dibangun dan diinisiasi oleh masyarakat, tapi harus mendapatkan izin dari pemerintah. Tujuannya adalah selain keberadaannya dilindungi oleh undang-undang, lembaga pesantren akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat," jelas H M Muhammad Nasir Nasir, S.Ag,MH.

"Ini adalah kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat. Kita akan bisa maju dan bergerak bersama-sama. Kita harus kembali ke visi awal pembangunan pesantren. Jangan sampai kehilangan jejak karena pengaruh modernitas. Pesantren harus menjadi gerbang lahirnya generasi baru. Generasi yang mampu memperteguh iman dirinya dan masyarakat. Sekaligus kita berazam  agar pesantren melahirkan ulama-ulama tangguh dari Kabupaten Lingga,"ingatnya.

"Selain itu, saya sangat berharap akan muncul karya-karya literasi dari santri ponpes. Giatkan kegiatan menulis di kalangan pesantren. Dorong dan berikan motivasi agar santri untuk kreatif," pintanya lagi. 

"Gunakan seluruh bantuan sesuai dengan juklak dan juknis. Rencanakan pengalokasian secara tepat. Mengingat waktu hanya tinggal tiga bulan efektif. Setelah digunakan segera siapkan laporan pertanggungjawabannya," pesannya lagi. 

Sementara itu, Edi Mellong, pimpinan Ponpes Halimatusya'diyah mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama yang sudah menerbitkan izin operasional. "Izin operasional ini menjadi pemicu semangat bagi kami. Artinya, kami diberikan kepercayaan oleh pemerintah untuk ikut andil memajukan pendidikan agama. Kami akan menjaga kepercayaan ini dengan baik,"ujarnya.

Hal yang sama diutarakan oleh KH. Muliadi, LC,pimpinan Darul Iman atas terbitnya izin operasional. "Semacam tak percaya, tetapi ini lah kenyataannya. Usaha dan ikhtiar kami ternyata membuahkan hasil. Ponpes Darul Iman sudah mengantongi izin beroperasi. Semoga kedepan akan terus lebih. Tentu kami butuh dukungan dari semua pihak. (zaid)

146

Berita Terkait