Selasa 13 November 2018
Ats-tsulatsa 4 Rabiul Awal 1440

Berita

Kemenag Tanjungpinang Gelar Kembali Dialog Lintas Agama

09-11-2018


* Temu Tokoh

Kemenag TPI (INMAS) Setelah sukses menggelar temu dan dialog tokoh lintas agama di Kec. Tanjungpinang Kota dan Tanjungpinang Barat, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang kembali menggelar kegiatan serupa hari Kamis (08/11). Kali ini melibatkan tokoh agama dan lurah se-Kecamatan Tanjungpinang Timur dan Bukit Bestari. Dialog yang digelar di Aula kantor camat Tanjungpinang Timur tersebut masih mengangkat tema yang sama yaitu menjaga kerukunan dan kedamaian menjelang pemilu dami tahun 2019.

Hadir sebagai pembicara dalam dialog tersebut Kakan Kemenag Kota Tanjungpinang Drs. H. Erman Zaruddin, MM.Pd, Sekretaris Badan Kesbangpol dan Penmas H. Hasanuddin, S.Sos, Sekcam Tanjungpinang  Timur Samsul Bahri, S.Sos, Kepala Subbag Tata Usaha Kemenag Tanjungpinang H.M. Mukhsin, S.Ag dan Kanit Binmas Polsek Bukit Bestari IPDA Turhadi.

Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut Kakan Kemenag tak bosan mengingatkan kepada seluruh tokoh lintas agama untuk dapat menenangkan umatnya masing-masing. Jangan mudah terpropokasi dengan berita-berita yang belum terverifikasi dengan benar. Kakan Kemenag juga mengingatkan agar jangan sampai tokoh agama yang menjadi bagian dari konflik, namun tokoh agama merupakan bagian dari solusi dalam permasalahan yang dihadapi ummat.

H. Erman Mengatakan “Dalam kontek kerukunan, menjaga kerukunan bukan hal yang dianggap remeh namun harus dibangun secara terus menerus, dan itu membutuhkan dukungan dari semua unsur dan elemen yang ada di masyarakat terutama tokoh agama, jika kerukunan umat beragama terjaga maka kerukunan nasional akan terjaga pula”ucap Erman.  

Sementara itu H. Hasanuddin, S.Sos mengatakan indikator dalam menilai keberhasilan seorang Walikota atau pimpinan daerah adalah bilamana zero persen dari konflik umat beragama, maksudnya adalah jika tidak ada terjadi konflik yang bernuansa sara maka pemerintah dianggap berhasil.  “Selama ini masih bisa kita jaga, jika ada riak-riak kecil biasanya kita musyawarahkan untuk mencari solusi penyelesaiannya. Jika permasalahan tidak dapat diselesaikan di tingkat lurah maka akan dibawa ke tingkat kecamatan, jika tidak selesai di tingkat kecamatan akan kita bawa ke tingkat kota, demikian selanjutnya. Insya Allah Kota Tanjungpinang saat ini dalam keadaan aman kondusif dari konflik-konflik tersebut” ucap H. Hasanuddin.

Dalam dialog tersebut menjadi kesempatan kepada para lurah untuk curhat permasalahan pembangunan rumah ibadah dikelurahannya masing-masing. Terutama di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur yang merupakan kecamatan yang sedang berkembang, khususnya kawasan pemukiman baru sehingga kebutuhan akan rumah ibadah juga sangat tinggi.

Menjawab pertanyaan dari para lurah, Kakan Kemenag memberikan solusi bagi jamaat yang belum memiliki rumah ibadat permanen adalah dengan memanfaatkan izin sementara pemakaian gedung sebagai rumah ibadat, tentu saja harus mengikuti mekanisme yang benar sehingga secara legal formal bangunan tersebut layak digunakan sebagai rumah ibadat.

H. Erman berucap “acuan kita dalam  pendirian rumah ibadat baik yang permanen maupun yang sementara adalah peraturan bersama Agama dan Mendagri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 tentang pendirian rumah ibadat. Kepada para lurah dan camat silahkan mendownload PBM tersebut untuk dipelajari dan dijadikan acuan dalam permasalahan pendirian rumah ibadat” pungkas H. Erman

Diakhir sesi, seluruh peserta dialog bersama-sama mengucapkan deklarasi damai yang isinya siap merajut kebersamaan dalam mewujudkan kerukunan, bijak dalam memanfaatkan sosial media dan menciptakan pemilu damai tahun 2019. (fm)

21

Berita Terkait