Minggu 20 Juni 2021

Berita

Kemenag Karimun Ikuti Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 Di Karimun

18-05-2021


* Kemenag Karimun Ikuti Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 Di Karimun

Karimun (Inmas) - Dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan penanganan Covid-19 di  Kabupaten Karimun, Senin, 17 Mei 2021 bertempat di Gedung Nasional Tg. Balai Karimun dilaksanakan Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19. Dari Kantor Kemenag Kabupaten Karimun diwakili oleh H. Endang Sry Wahyu.

Rapat tersebut membahas  terkait peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 di Karimun dan upaya penanganan dan pengawasan terhadap masyarakat yang terpapar Covid-19, Optimalisasi Posko PPKM di setiap Kecamatan/Lurah/Desa, dan Pengawasan terhadap arus keluar masuk pelaku perjalanan di Pelabuhan.

“Selain itu juga dibahas tentang persiapan pelaksanaan vaksinasi serentak tanggal 19 Mei 2021, penyediaan dukungan dan bantuan bagi masyarakat yang terpapar Covid-19 serta Persiapan penyediaan tempat isolasi khusus.” Kata H. Endang Sry Wahyu. 

Berikut adalah hasil rapat evaluasi penanganan covid19 di Karimun tersebut:
1.    Peran ppkm masing-masing kecamatan/lurah/desa (rt/rw) berperan untuk mengawasi pasien yang melakukan isolasi mandiri dan satgas Covid-19 agar menginformasikan nama , alamat, pekerjaan pasien yang terpapar covid-19 agar dapat diawasi oleh rt/rw dan bagi yang tidak displin akan diisolasi secara terpusat/terpadu di SMP 4 Binaan .
2.    Melakukan himbauan yang masif melalui tokoh masyarakat/paguyuban/ dengan memanfaatkan media komunikasi menggaungkan protokol kesehatan 5 m dan memberikan edukasi bagi masyarakat serta menertibkan berita berita hoax di medsos yang dapat menurunkan kepatuhan protokol kesehatan.
3.    Pemberlakukan untuk perjalanan dinas bagi pegawai dilingkungan Pemda kab karimun sementara waktu di tiadakan, kecuali untuk hal hal yang mendesak dan menerapkan pekerjaan 50% kehadiran di kantor.
4.    Kementerian Agama agar dapat menerbitkan edaran terkait pelaksanaan akad nikah dibolehkan dengan prokes namun untuk acara resepsi pernikahan sementara waktu ditiadakan sambil menunggu kondisi covid-19 menurun dan terkendali dan izin keramaian di keluarkan oleh polres dengan dasar rekomendasi dari Satgas kecamatan sesuai hasil kesepakatan untuk tidak mengeluarkan.
5.    Hari rabu akan dilakukan vaksinasi secara serentak dengan target sebanyak 3.000 di 12 kecamatan sebanyak 13 posko dengan target 200 sampai dengan 250 orang di vihara dan masing-masing kecamatan 150 dan dapat di Koordinir melalui masing- masing paguyuban untuk mendorong agar masyarakat dapat di lakukan vaksinasi.

“Adapun langkah-langkah penanganan permasalahan covid-19 di Kabupaten Karimun berdasarkan hasil rapat tersebut yakni pemerintah daerah akan melakukan isolasi terpusat di smp binaan dan akan dipersiapkan melalui camat tebing dan berkoordinasi dengan bagian Perlengkapan dan tim relawan. Untuk pendatang yang tidak memiliki kelengkapan surat menyurat (surat Kesehatan/genose/rapid/pcr), dan kejelasan tujuan perjalanan / keluarga akan dikembalikan ke daerah asal atau di karantina di tempat karantina SMP 4 binaan.” Tambah H. Endang Sry Wahyu.

Selanjutnya, tempat-tempat wisata saat ini masih ditutup dan akan di lanjutkan sampai situasi covid-19 menurun dan terkendali. Data dan informasi pasien covid-19 (nama, alamat, pekerjaan) akan di buka untuk di awasi oleh masing-masing rt dan rw. Selanjutnya akan ada surat edaran untuk rumah makan, restauran, kedai kopi, cafe silahkan dibuka namun kursi dibatasi sesuai protokol kesehatan dan terus dilakukan pengawasan oleh satgas masing-masing kecamatan dan timdu protokol kesehatan kabupaten. 

Memanfaatkan alat PCR yang dibantu dari provinsi, untuk itu agar segera dilakukan persiapan pelelangan untuk perlengakapan peralatan PCR tersebut sehingga Kab Karimun bisa melakukan pcr test mandiri untuk keperluan pemeriksaan yang mendesak dengan pertimbangan alat pcr tersebut hanya bisa melakukan pemeriksaan pcr sebanyak 6 orang saja. 

“Dinas Sosial segera akan mempersiapkan perencanaan untuk penyediaan bantuan sembako bagi pasien yang terpapar covid-19. Terkait penggunaan genose tidak diwajibkan namun silahkan dipergunakan bagi yang ingin menggunakan namun bagi yang tidak silahkan disesuaikan dengan kebutuhan dan tetap mempergunakan surat keterangan kesehatan bagi persyaratan pelaku perjalanan yang akan masuk ke wilayah kab karimun.” Tambah H. Endang Sry Wahyu.

Petugas satgas baik dipelabuhan/pasar/faslitas umum agar bergerak dan mobile untuk memberikan himbauan kepada masyarakat menggunkan masker dan mematuhi protkol kesehatan 5 m.  Penatalaksanaan bagi pasien covid-19 itu harus dibedakan antara kasus berat dengan komorbid dan tidak dengan komorbid.

“Akan dilakukan peninjuaan kembali harga rapid test bagi masyarakat untuk membantu meringankan beban masyarakat menggunakan pemeriksaan rapid test melalui dinas kesehatan. Dan terakhir untuk penanganan bagi pasien covid-19 dari pulau antar kecamatan yang dirujuk ke RSUD dapat memanfaatkan pelabuhan domestik di atas jam 18.00 wib dengan pengawasan ketat dari KKP dan dilakukan penyemprotan disinfektan setelahnya.”  Tutup H. Endang Sry Wahyu.
 

111

Berita Terkait