Rabu 06 Juli 2022

Berita

Kegiatan Penyuluhan dan Pembinaan Iman Kristen di Rutan Kelas IIB Karimun

23-06-2022


* Kegiatan Penyuluhan dan Pembinaan Iman Kristen di Rutan Kelas IIB Karimun

Kab. Karimun - Penyuluh Agama Kristen Kantor Kemenag Kabupaten J.S.K. Erik Estrada, S.Th. bersama Penyuluh Agama Kristen Non-PNS Imelda, History Lisfa, dan Franklyn memberikan Penyuluhan dan Pembinaan Iman Kristen di Rutan Kelas IIB Karimun pada hari Rabu, 22 Juni 2022 yang diikuti 26 orang warga binaan.

Metode penyampaian dilakukan dengan membagi menjadi 4 kelompok dan setiap penyuluh menyampaikan materinya kepada setiap kelompok yang dibentuk.

Penyuluh Agama Kristen J.S.K. Erik Estrada, S.Th. pada kesempatan tersebut membahas tema Hal Pengabulan Doa. Ia menjelaskan bahwa Alkitab berkata ”Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; dan ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Matius 7:7)

Mintalah (Aiteo) artinya Permohonan. Jadi meminta adalah sebuah kesadaran akan kebutuhan hidup. Dalam Doa kata “Meminta” dapat diartikan sebagai suatu kepercayaan yang menunjukkan permohonan kepada Tuhan dan menantikan jawaban dari apa yang kita inginkan. Carilah (Zeteo) berarti mencoba mempelajari sesuatu dari yang kita minta/inginkan. Maka mencari adalah sebuah turunan dari kata meminta. Carilah apa yang kamu minta sampai kita menerima apa yang kita inginkan. Menurut Thomas Marton  bahwa jika kita tidak menerima dengan meminta, maka marilah kita mencari, dan jika kita tidak menerima dengan mencari maka marilah kita mengetuk. Ketuklah (Krouo) berarti ketokan. Ketika ketokan  di pintu maka ini adalah kegiatan berulang-ulang. 

"Maka jika ditarik dalam hal berdoa maka tersirat makna ketekunan dalam berdoa. Maka meminta menunjukkan ketergantungan kepada Sang Pemilik, mencari menunjukkan kerinduan akan yang kita inginkan, mengetuk menunjukkan ketekunan. Jadi Tuhan Yesus menginginkan kita agar beriman dan tekun dalam hal berdoa. Karna doa adalah hal yang terpenting dalam hidup kita untuk berkomunikasi kepada Tuhan, dan tidak lagi hanya mengandalkan pikiran dan kekuatan sendiri untuk memenuhi kebutuhan. Tetapi kita harus sadar bahwa Tuhan adalah Sang Pemelihara kehidupan dan kita harus Ketergantungan akan Kuasa-Nya." Jelas J.S.K. Erik Estrada, S.Th.

Sementara itu, Penyuluh Non-PNS Franklyn membahas tema “Tujuan Hidup Orang Percaya" yakni Persiapan Diri Untuk Hidup Kekal. Tujuan hidup orang percaya yaitu hidup didalam Roh Kudus, Tidak Melakukan kesalahan yang sama tetapi membentuk kehidupan yang baru, kehidupan yang lebih dekat kepada Allah.

"Kita diberikan Tugas mengelola, Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya dan Allah memberikan manusia hak untuk menjaga, mengelola, dan melestarikan segala sesuatu yang ada di bumi. Menjadi Serupa dengan Gambaran Allah. Tujuan Hidup setiap orang percaya adalah serupa dengan gambar Allah untuk meneruskan karya Allah di bumi ini. Karena kehidupan dan keberadaan kita di dunia memiliki alasan dan tujuan yg jelas dari Tuhan. Bukan hanya sekedar lahir dan menjadi tua." Jelas Franklyn.

Sedangkan Penyuluh Non-PNS Imelda membahas tema “Hidup dengan Iman sampai pada Pengampunan” yang diambil dari Pelajaran Iman dari Tokoh Yusuf, yakni Takut akan Tuhan Kej.39:9 serta penuh kasih dan Pengampunan.

"Selain itu harus bisa Bertanggungjawab, Rendah Hati, Hati Penuh Penerimaan, Pekerja Keras dan Penuh Belas Kasihan." Kata Franklyn.

Terakhir dari Penyuluh Non-PNS History Lisfa menyampaikan tentang tema “Peran Umat Kristiani Dalam Lingkungan Hidup”

"Lingkungan hidup dan manusia  ialah ciptaan Tuhan yang memiliki kesatuan satu dengan yang lainnya. Keutuhan ciptaan menyatakan bahwa keutuhan ciptaan merujuk pada nilai dari semua mahluk ciptaan dalam diri mereka sendiri, satu untuk yang lain dan untuk Allah, saling berkaitan yang didalamnya terdapat nilai yang unik bagi Allah. Mengabaikan keutuhan ciptaan berarti mengabaikan bumi sendiri adalah suatu keseluruhan yang sangat tidak baik. Dan manusia Ditugaskan sebagai penjaga lingkungan bukan perusak lingkungan. Sebab Allah adalah pencipta dan pemilik bumi." Terang Penyuluh Non-PNS History Lisfa.

168

Berita Terkait