Minggu 28 Februari 2021

Berita

Kegiatan NGOPI Kantor Kemenag Bintan Diisi Pembinaan Pegawai oleh Kabag TU Bahas Etika Birokrasi

23-01-2021


* Kegiatan NGOPI Kantor Kemenag Bintan Diisi Pembinaan Pegawai oleh Kabag TU Bahas Etika Birokrasi


(Kemenag Bintan) – Jumat (22/01/21), kegiatan rutin NGOPI (Ngobrol Perkara Iman) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan kali ini diisi Pembinaan Pegawai oleh Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Kepri: H. Abu Sufyan, S.Ag. Kegiatan yang dimulai pada pukul 07:30 WIB tersebut membahas tentang Etika Birokrasi.

Mengawali sambutannya, Kabag TU, Abu sangat mengapresiasi kegiatan rutin NGOPI yang setiap Jumat pagi dilaksanakan sejak Kantor Kemenag Bintan dipimpin oleh Drs. H. Erman Zaruddin, M.M.Pd. Ia berharap kegiatan ini dapat diikuti oleh seluruh Satuan Kerja Kementerian Agama se- Kepulauan Riau.

Memulai materinya, Kabag TU, Abu menceritakan sepak terjangnya selama menjadi pegawai di Kementerian Agama, lebih khusus ketika menjabat sebagai Kabag TU di Kanwil Kemenag Kepri. Menurutnya, yang menjadi perhatian dalam melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing sebagai abdi Negara adalah etika organisasi dan birokrasi.

“Dalam birokrasi pemerintahan ada namanya pimpinan dan bawahan. Masing-masing memiliki peran, tanggung jawab bawahan tentang bagaimana melaksanakan tugas, dan tanggung jawab pimpinan adalah bagaimana mengarahkannya. Jalankan etika dalam pelaksanaannya, turutin aturan yang berlaku, saling mengingatkan meskipun bukan kewenangan kita, dengan cara yang beretika.” Ucap Abu.

Abu mengatakan, memahami tusi itu penting dalam menjalankan etika birokrasi, begitu juga sebaliknya, etika itu penting dalam menjalankan tusi. Menegur pimpinan harus dengan etika. Menyampaikan sesuatu yang benar tetapi dengan cara yang tidak beretika akan menjadi blunder bagi diri sendiri.

“Jika hati sudah tergores maka perlu waktu untuk pulih. Jika ada kendala, apalagi terkait pekerjaan, jangan sampai atasan tidak tahu, alih-alih tahu persoalannya dari sumbernya, tetapi malah tahu dari orang lain.” Katanya.
Abu mengajak jajaran Kantor Kemenag Bintan untuk menjaga hati pimpinan dan hati rekan kerja. Jangan sampai ada perasaan tidak nyaman yang dibiarkan berlarut-larut, karena akan mengganggu pekerjaan.

“Begitu juga dengan pimpinan, jika ada bawahan yang melapor, curhat, menyampaikan aspirasinya, maka dengarkan dan ayomi.” Pesannya.

Seusai penyampaian materi dari Kabag TU, Kakankemenag Bintan, Erman menyetujui isi pembinaan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kabag TU yang telah memberi nuansa baru dalam kegiatan NGOPI dengan mengangkat tema etika birokrasi. Menurut Erman, jika dalam suatu organisasi sudah saling memahami etika birokrasi, maka pimpinan yang melambangkan kepala tidak perlu bertindak sebagai tangan dan kaki.

“Kepala itu perencana dan pengambil kebijakan, eksekusi atau pelaksanaannya ada di kaki dan tangan. Jika hal ini tidak dipahami bersama maka menjadi kendala, dan kepala bisa merangkap kaki dan tangan pada akhirnya agar pekerjaan tuntas sesuai dengan yang direncanakan.” Papar Erman.

“Sedangkan Kabag dan kasubbag itu sebagai Koordinator, berperan untuk mengusulkan saran dan mengarahkan jajaran dibawahnya.” Imbuhnya.

Sebagai informasi, upaya untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih, selain dicapai melalui penerapan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik, juga dibangun dengan penerapan etika birokrasi. Guna menjamin kelancaran dan membangun tanggung jawab sebagai PNS, Etika Birokrasi sudah tertuang dalam bentuk konkrit yakni Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Dalam PP tersebut diatur hal-hal yang berkaitan dengan larangan, sanksi, tata cara pemeriksaan, dan tata cara pengajuan keberatan terhadap hukuman disiplin yang dijatuhkan. (amilia)
 

86

Berita Terkait