Jumat 06 Agustus 2021

Berita

Kanwil Kemenag Kepri Selenggarakan Sosialisasi Aktivasi mySAPK dilingkungan Kanwil Kemenag Kepri

22-07-2021


* Kanwil Kemenag Kepri Selenggarakan Sosialisasi Aktivasi mySAPK dilingkungan Kanwil Kemenag Kepri

Tanjungpinang (Humas)_Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Aktivasi mySAPK dilingkungan Kanwil Kemenag Kepri secara daring, Kamis, 22 Juli 2021. 

Sebanyak 200 ASN dilingkungan Kanwil Kemenag Kepri menjadi partisipan dalam kegiatan tersebut. Peserta merupakan ASN dilingkungan Kanwil Kemenag Kepri dari seluruh Provinsi Kepulauan Riau. 

Dalam kesempatan tersebut, Kasubbag Kepegawaian dan Hukum Kanwil Kemenag Kepri, H. Muhammad Widarto mengatakan program mySAPK merupakan kebijakan pemerintah dalam hal ini Badan Kepegawaian Negara (BKN). BKN telah mengeluarkan Keputusan Kepala BKN Nomor 87 Tahun 2021. 

Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 87 Tahun 2021, tentang Pemutakhiran Data Mandiri ASN (PDM) dan Pejabat Pimpinan Tinggi Non ASN Secara Elektronik Tahun 2021, dimaksudkan untuk memperoleh data ASN yang akurat, terkini dan terintegrasi yang mendukung terwujudnya Satu Data ASN sesuai dengan prinsip Satu Data Indonesia, perlu dilakukan pemutakhiran data mandiri ASN dengan memanfaatkan teknologi informasi. 

Bagaimana di lingkungan Kemenag? Widarto menjelaskan Sekjen Kemenag sudah mengeluarkan SE Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pemutakhiran Data Secara Elektronik.

"Supaya semua ASN dan pejabat pimpinan tinggi Non ASN melakukan pemutakhiran data. Aplikasi mySAPK mesingkroninsasi data yang lama misalnya terkait pengurusan masalah sistem pensiun. Banyak kendala yang kita temui. Bahkan ada satker yang tidak mencetak SK sesuai dengan sistem yang berlaku, maka menjadi kendala di lapangan", kata Widarto.  

Widarto menambahkan pemutakhiran data mandiri menciptakan integritas data dalam mewujudkan satu data ASN sebagaimana amanat UU No 5 Tahun 2014 tentang ASN. Upaya tersebut juga untuk mewujudkan Satu Data Indonesia dan  mendukung sistem pemerintahan berbasis elektronik. 

Apa yang menjadi tugas ASN?

Tugas ASN adalah mengoreksi data-data ASN dan melakukan penyesuaian dengan data terkini secara real. Aplikasi dikembangkan berbasis android dan portal web. 

"Jika ada data yang belum sesuai maka kita melakukan pemutakhiran data tentunya dengan dokumen pendukungnya. Tim verifikator di tingkat satuan kerja akan melakukan verifikasi terhadap update data yang dilakukan," ujar Widarto. 

Jadwal pemutakhiran data mandiri sampai tanggal 31 Juli 2021 untuk jadwal aktivasinya. Jika terlewat jadwal aktivasinya, maka akan ada sanksi sesuai dengan Keputusan Kepala BKN tersebut. 

Untuk pemutakhiran data diberikan waktu sampai 30 Oktober 2021 setelah ASN sukses melakukan aktivasi. Sanksi yang diberikan, misalnya berupa penghentian layanan manajemen yang bersangkutan. 

"Ini yang perlu diantisipasi, terutama jika naik pangkat dan pensiun jika tidak melakukan pemutakhiran data sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sanksi juga diberikan kepada pejabat pembina kepegawaian jika verifikator tidak melaksanakan tugas dengan baik. Hari kita fokus untuk aktivasi mySAPK supaya semua ASN melakukan aktivasi lebih cepat dari jadwal," imbuh Widarto. 
 

53

Berita Terkait