Selasa 12 November 2019
Ats-tsulatsa 14 Rabiul Awal 1441

Berita

Kanwil Kemenag Kepri Gelar Kegiatan Sosialisasi dan Pendataan Kepustakaan Islam se Kepri

18-10-2019


* Kanwil Kemenag Kepri Gelar Kegiatan Sosialisasi dan Pendataan Kepustakaan Islam se Kepri

Tanjungpinang (Inmas)-Kanwil Kemenag Kepri melalui Bidang Bimas Islam menyelenggarakan sosialisasi dan pendataan kepustakaan Islam se Kepulauan Riau tahun 2019 yang dipusatkan di Plaza Hotel, Tanjungpinang. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kakanwil Kemenag Kepri Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,.MA, Jumat (18/10/2019). Hadir pada saat pembukaan, Kepala Bidang Bimas Islam H. Edi Batara, sejumlah Kasi di Bidang Bimas Islam dan peserta.

Dalam laporannya Ketua Panitia Kegiatan, Afifah Mardiyah, mengatakan dalam konteks Indonesia, pembinaan dan perkembangan kepustakaan Islam pertama kali dilihat sebagai ikhtiar mewujudkan cita-cita luhur bangsa,  yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945.

“Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, antara lain diwujudkan dengan pengembangan kepustakaan di tengah-tengah masyarakat sebagai wahana pembelajaran,” kata Afifah.

“Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta selama tiga hari,” tambahAfifah.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Kepri, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,.MA dalam arahannya mengatakan sistem kepustakaan Islam yang berisi tentang sistem nilai ajaran Islam yang menopang pada produksi pengetahuan dan pemahaman mengenai Islam bahkan hingga ke ruang publik menjadi sangat penting diperlukan. Istilah kepustakaan dimaksud merujuk pada suatu karya, yang terkait kegiatan atau proses menghasilkan suatu karya perpustakaan sebagai institusi atau organisasi yang mengelola karya-karya tulis berupa buku atau naskah.

“Pengembangan kepustakaan dilingkungan umat Islam menjadi hal penting dan strategis. Oleh karena itu saya minta para peserta ini menjadi penggerak kepustakaan masjid-masjid yang ada di Kepri,” ucap Kakanwil.

Utamanya mengingat Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas muslim. Salah satu bentuk penyelenggaraan kepustakaan Islam tersebut mendapat contoh obyeknya pada perpustakaan masjid. Sebagai sarana penting bagi pola pembelajaran masyarakat, perpustakaan masjid dinilai mampu menjadi jembatan utama bagi peningkatan minat baca dan kemampuan literasi masyarakat Islam, baik literasi dasar, literasi informasi, maupun literasi keagamaan.

“Kami sebagai regulator, berkewajiban untuk merumuskan kebijakan, penyusunan norma, standart, prosedur, kriteria, bimbingan teknis dan evaluasi dibidang kepustakaan Islam. Oleh karena itu bagi pengurus pustaka masjid silahkan susun buletin bulanan untuk jamaah, segera lakukan pembenahan pustaka di masjid-masjid masing-masing,” pesan Kakanwil.

“Manfaatkan waktu yang ada nanti untuk berdialog dengan para nara sumber. Karena kami mengundang pakar-pakarnya,” pungkasnya. (hatiman)

 

40

Berita Terkait