Minggu 20 Juni 2021

Berita

Kakanwil Tekankan Pentingya Literasi Zakat Dan Wakaf

10-06-2021


* Kakanwil Tekankan Pentingya Literasi Zakat Dan Wakaf

Daik (Lingga)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Dr. H. Mahbub Daryanto, M.Pd.I membuka kegiatan Peningkatan Literasi Zakat Wakaf Bagi Penyuluh Agama Islam di Aula Kantor Kecamatan Lingga, Kamis, 10 Juni 2021. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Kepri.

Kepala Kemenag Lingga H. Muhammad Nasir, MH dan Kabid Bimas Islam Drs. H. Edi Batara hadir mendampingi Kakanwil ketika membuka kegiatan tersebut. Peserta berjumlah 30 orang yang terdiri dari para Penyuluh Agama Islam se Kabupaten Lingga.

Kakanwil Kemenag Kepri, Mahbub Daryanto dalam arahannya mengatakan penyuluh adalah konselor. Posisi ini sangat besar peranannya untuk memberikan informasi kepada masyarakat dalam pengembangan dan diseminasi informasi literasi zakat dan wakaf bagi masyarakat secara luas.

Inovasi tata kelola zakat dan wakaf sangat diperlukan.  Jika kita melihat data sebagai perbandingan, pada tahun 2020 indeks zakat secara global sebesar 66,78, sementara wakaf sebesar 50,48.

Tingkat pemahaman masyarakat akan literasi zakat dan wakaf juga beragam. Tingkat pemahaman literasi zakat masyarakat sebesar 83,84% sementara tingkat pemahaman literasi wakaf masyarakat sebesar 72%.

Kakanwil juga menyampaikan survei BAZNAS terhadap literasi zakat masyarakat secara umum sebesar 84,38%, pada tingkat dasar sebesar 72,21% dan pada tingkat lanjut sebesar 56,68%.

"Memberikan pemahaman kepada masyarakat memang tidak mudah, dibutuhkan sosialisasi yang masif. Inilah salah satu tugas penyuluh untuk menyampaikan pemahaman kepada masyarakat baik itu dalam bentuk pengajian maupun sosialisasi. Kita akan membuat roadmap  pengembangan zakat dan wakaf untuk mempermudah pengawasan dan tidak terjadi lagi tumpang tindih dalam pengelolaannya," kata Kakanwil.

Kakanwil mengajak Ormas dan Lembaga Keagamaan Islam yang mengelola potensi ekonomi umat untuk duduk bersama agar ada komunikasi dan solusi yang bisa dipecahkan bersama.

Selanjutnya, Kakanwil juga menghimbau agar para tokoh masyarakat tidak gampang terpengaruh dengan isu-isu yang menyudutkan pemerintah. Menurutnya, jika ada kebijakan pemerintah yang tidak dipahami dengan baik cobalah untuk tabayyun agar kita tidak menyampaikan informasi yang tidak akurat kepada masyarakat terutama melalui informasi yang bersifat  digital.

"Tokoh agama dan ormas Islam adalah tempat masyarakat bertanya, masyarakat berharap mendapatkan informasi yang benar. Pengelolaan zakat dan wakaf ini jika dioptimalkan akan membantu program pemerintah dalam menekan angka memiskinan," pesan Kakanwil.

Dalam kesempatan itu, Kakanwil mengucapkan terimakasih kepada para penyuluh dan tokoh agama yang telah menjadi penyambung lidah Kementerian Agama dalam membina umat, melalui kegiatan seperti inilah literasi terus berkembang menjadi informasi dan meningkatkan pemahaman umat beragama dengan benar.

(humpro-usm)

29

Berita Terkait