Selasa 07 Desember 2021

Berita

Kakanwil Serahkan 74 Sertifikat Halal Pelaku UMK di Bintan

04-10-2021


* Kakanwil Serahkan 74 Sertifikat Halal Pelaku UMK di Bintan

Bintan (Humas)_Kepala Kantor WIlayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Dr. H. Mahbub Daryanto secara simbolis menyerahkan 74 sertifikat halal kepada pelaku UMK di Bintan. Penyerahan dilaksanakan di Aula Razali Jaya Kampus STAIN SAR Kepri Jalan Lintas Barat, Bintan, Senin, 4 Oktober 2021.  

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua STAIN SAR Kepri Dr. Muhammad Faisal, para pejabat eselon III dan IV dilingkungan Kanwil Kemenag Kepri dan 74 pelaku usaha dengan mematuhi protokol kesehatan. 

Pemkab Bintan yang diwakili Asisten Administrasi Perekonomian Pembangunan Setda Kabupaten Bintan, Supriyono mengatakan Pemkab Bintan mengapresiasi   dan mengucapkan terima kasih kepada BPJPH Kementerian Agama yang telah memfasilitasi sertifikasi halal kepada pelaku UMK di Bintan.

"Kami berharap pelaku UKM di Bintan diharapkan meningkatkan produktifitasnya setelah terbitnya sertifikasi halal dari BPJPH Kemenag RI", ujarnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Kakanwil Kemenag Kepri H. Mahbub Daryanto mengatakan produk halal merupakan perintah agama sesuai perintah Allah dalam Alquran sebagaimana termaktub dalam surat Al Baqarah 168. 

"Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu. Sertifikasi halal bertujuan untuk mencapai makanan yang halal dan baik yang dilihat dari berbagai aspek," kata Kakanwil. 

BPJPH, kata Kakanwil diharapkan hadir di setiap daerah untuk mendorong UMK dalam memajukan ekonomi.

Kakanwil menjelaskan fatwa MUI tetap diperlukan untuk menetapkan fatwa halal. Selanjutnya BPJPH menerbitkan sertifikat halal berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh MUI.

"Negara perlu menjamin kehalalan dan kebaikan suatu produk. UU 33 Tahun 2014 menjadi dasar penerbitan sertifikasi halal. Khusus melalui UMK layanan sertifikasi halal ditanggung oleh Kementerian Agama melalui BPJPH. Jangan sia-siakan kesempatan karena berlaku quota nasional," ucapnya. 

"Halal menjadi trend peningkatan ekonomi. Jangan sampai produk halal kita kalah dengan negara-negara lain layaknya Malaysia dan Thailand. Saya mendorong lahirnya aplikasi layanan produk halal yang beredar di Kepulauan Riau sehingga memudahkan produsen, distributor dan konsumen," imbuhnya. 

Agar produk halal bisa berkembang dengan pesat, Kakanwil meminta setiap instansi pemerintah berperan dengan memberikan akses yang seluasluasnya kepada pelaku UMK dalam mendapatkan sertifikasi halal.

Ernawati, pelaku usaha yang tergabung dalam Kube Mangga asal Bintan Utara mengaku sangat bersyukur dengan terbitnya sertifikasi halal bagi usahanya. 

"Sangat pentinglah, Pak. Karena untuk memberi kepastian kepada masyarakat kualitas produk kami layak dikonsumsi dan untuk mendapatkan sertifikasi halal ini sangat mudah karena masih ditanggung oleh negara. Jadi kami mengucapkan terima kasih kepada BPJPH Kemenag RI," ucap Ernawati.

60

Berita Terkait