Selasa 07 Juli 2020

Berita

Kakanwil Pimpin Rapat Evaluasi WFH

19-05-2020


* Kakanwil Pimpin Rapat Evaluasi WFH

Tanjungpinang (Humas)_Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,.MA memimpin rapat dalam rangka mereviu kinerja organisasi selama pemberlakuan sistem bekerja dari rumah/ tempat tinggal pada masa pandemi Covid-19, Selasa 19 Mei 2020 di Aula Kanwil Kemenag Kepri. Rapat berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat dimana peserta adalah para pejabat eselon III dan Kasubbag. 

Dalam arahannya Kakanwil menekankan agar ASN Kanwil Kemenag Kepri tetap bekerja dari rumah dan tidak mudik dalam rangka Idul Fitri 1441 H. “Tahun ini kita memang merayakan Idul Fitri secara berbeda. Sesuai dengan pesan Menteri Agama agar ASN tidak mudik. Ada sanksi yang mengancam bagi ASN yang membandel tetap mudik. Jangan sampai itu terjadi,” kata Kakanwil. 

Kakanwil mengatakan pelaksanaan Work From Home (WFH) tidak mengganggu pelayanan publik.  Sesuai dengan SE Nomor 13 Tahun 2020, ASN Kemenag dapat melakukan perjalanan dinas dengan protokol yang ketat, antara lain pelaksanaan tugas kedinasan dilaksanakan secara selektif, akuntabel dan penuh kehati-hatian, penerbitan surat tugas dilakukan minimal oleh pejabat eselon II, menunjukkan surat negatif Covid-19, dan ketentuan lainnya. 

Kakanwil kembali mengingatkan agar masyarakat tetap beribadah di rumah. “Salat Idul Fitri dilakukan di rumah saja bersama keluarga inti. Terkecuali bagi daerah-daerah yang berada pada zona hijau. Di Kepri untuk Batam, dan Tanjungpinang berada pada zona merah, Karimun zona kuning, sedangkan Bintan, Lingga, Anambas, dan Natuna berada di zona hijau. Itu pun dengan ketentuan masyarakat yang berada di zona kuning dan merah tidak boleh ikut berjamaah di zona yang hijau,” jelas Kakanwil. 

“Kemudian, hindari kunjung mengunjung  saat lebaran dan hindari kontak fisik,” jelasnya. 

Dalam rapat tersebut Kabag Tata Usaha H. Abu Sufyan mengatakan pelaksanaan WFH dilakukan dengan dua prosedur yakni dengan membuat laporan yang dilakukan secara online kecuali bagi tenaga pramubakti yang membuat laporan manual, dan presensi dilakukan secara online sebagai dasar untuk pencairan tunjangan kinerja. 

“Hasil input laporan kinerja harian ASN Kanwil Kemenag Kepri tercatat 2.282 input dengan rerataan 3 jenis pekerjaan per pegawai setiap hari. Dengan data tersebut, laporan kinerja sudah akuntabel. Dan sejak 1 Mei 2020 presensi online berjalan lancar kecuali bagi pegawai yang lupa absen,” ujar Abu Sufyan. 

Terkait dengan realisasi anggaran, berdasarkan ONSPAN tercatat 13.13% selama triwulan I. “Pada capaian kinerja memang narasi untuk indikator setiap bidang memang berbeda. Hal tersebut dkarenakan pada bidang dan pembimas mengacu pada indikator kinerja yang ditetapkan oleh unit eselon I masing-masing. Dan pada pelaksanaannya Renstra akan disusun kembali oleh tim yang sudah dibentuk karena ada perubahan dari Bappenas dimana KUA dan Madrasah wajib menyusun Resntra,” ucap Abu Sufyan. 

Kabid PHU H. Afrizal melaporkan pelunasan BPIH Tahap I sudah selesai dilaksanakan dimana 90% JCH sudah melakukan pelunasan.  Sisanya menunggu pelunasan BPIH Tahap II yang akan berakhir besok. Afrizal juga mengatakan pelaksanaan pembuatan paspor jamaah juga berjalan lancar dan calon jamaah kini mendapatkan manasik secara online. 

Kabid Pendidikan Madrasah H. Subadi melaporkan proses belajar mengajar di rumah dilaksanakan sampai tanggal 2 Juni 2020. Selanjutnya menunggu kebijakan Gubernur Kepulauan Riau. Proses belajar mengajar menurut Subadi dibagi menjadi dua, secara online dan untuk daerah hinterland dilakukan dengan model penugasan. 

Saat ini juga sedang berlangsung PPDB. Semua sosialisasi di Bidang Pendidikan Madrasah  dilakukan secara online seperti sosialisasi penulisan ijasah. 

Laporan lainnya dari para Kabid dan Pembimas antara lain persiapan pelaksanaan Rukyatul Hilal pada Jumat, 22 Mei 2020 mendatang. 

Menanggapi laporan yang masuk, Kakanwil berharap agar segala bentuk tunjangan dan bantuan baik ke madrasah dan lembaga keagamaan tidak mengalami kendala. Begitu juga tunjangan semua penyuluh agama dan hak-hak guru  segera dilakukan pencairan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

212

Berita Terkait