Minggu 17 Januari 2021

Berita

Kakanwil Peringati Hari Santri 2020 di Batam

22-10-2020


* Kakanwil Peringati Hari Santri 2020 di Batam

Batam (Humas)-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Dr. H. Mahbub Daryanto.M.Pd.I memperingati Hari Santri 2020 di Batam, Kamis, 22 Oktober 2020. 

Puncak kegiatan Hari Santri 2020 diperingati dengan melaksanakan upacara bendera dengan mematuhi protokol kesehatan.  Upacara dilaksanakan di Kantor Walikota Batam Lantai 4 secara virtual.Pjs. Walikota Batam Dr. H. Samsul Bahrum, Ph.D memimpin upacara Hari Santri Nasional tersebut.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kemenag Batam, Ketua MUI Batam, Dandim 0316 Batam, Danlanal Batam, Danyon Marinir Batam, Danlanud Hang Nadim Batam, Kapolresta Barelang dan pimpinan pondok pesantren se Kota Batam. Santri-Santri juga mengikuti upacara melalui virtual dari 49 Pondok Pesantren Se Kota Batam.

Pjs.Walikota Batam Samsul Bahrum dalam sambutannya mengatakan akan memetakan pondok pesantren di setiap Kecamatan melalui Camat dengan koordinasi langsung Kepala KUA secara by name by adress. 

"Kita sediakan anggaran berbasis pesantren untuk membantu Pondok Pesantren yang ada di Kota Batam. Dengan data ponpes tadi kita akan bantu sesuai dengan kebutuhan yang ada," kata Samsul Bahrum.

Samsul mengatakan, santri harus dibekali dengan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air karena santri akan menjadi kader ulama pada masa yang akan datang. Setelah pemetaan ponpes dan santri selesai, secara real pihaknya akan membantu melalui anggaran daerah. 

"Kita juga akan usahakan bantuan CSR dari perusahaan ke pondok pesantren. Samsul Bahrum mengatakan semua OPD harus membantu, mulai dari penghijauan, pembangunan akses jalan ke pesantren dan lain-lain. Samsul Bahrum akan mengagendakan rapat anggaran berbasis pesantren dan akan mengusulkan hasil rapat tersebut untuk diteruskan ke DPRD Kota Batam.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kemenag Batam, H. Zulkarnain Umar mengatakan peringatan Hari Santri rutin digelar setiap tahunnya. 

"Peringatan Hari Santri di Batam pertama kali dilaksanakan di Ponpes Darul Falah.  Selanjutnya  dilaksanakan di Dataran Engku Puteri Batam Center, dan sekarang karena pandemi Covid 19 kita laksanakan melalui virtual di aula Walikota Batam," kata Zulkarnain.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Kepri dalam arahannya mengatakan akan membentuk tim bersama di tingkat provinsi. Tim dimaksud akan melihat kebutuhan apa yang harus dipenuhi pondok pesantren. 

"Jangan sampai ada pondok pesantren yang belum kita bantu karena kyainya/pengurus masih mempertahankan untuk mandiri dan sebaliknya jangan sampai ada pondok pesantren dapat bantuan tiap tahun sementara ada pondok lain yang belum kita bantu," pesannya.

Kakanwil menegaskan Pemerintah melalui Kementerian Agama berharap pondok pesantren dapat mencetak ahli agama. Kakanwil mengatakan dulu mainstream pendidikan zaman Belanda hanya satu yaitu pendidikan umum. Setelah diterbitkanya UU Nomor 2 Tahun 1989, yang disempurnakan menjadi UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional barulah pendidikan madrasah diatur dalam UU. 

Mainstream pendidikan bertambah setelah PP 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan yang mengatur tentang Pendidikan Pondok Pesantren terbit. Dan pemerintah kemudian menetapkan Hari Santri Nasional tahun 2015. 

"Dengan demikian mainstream sistem pendidikan kita bertambah satu lagi dengan kehadiran pesantren," ujar Kakanwil. 

Lebih lanjut Kakanwil mengatakan Kementerian Agama memiliki misi antara lain pertama, meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama. "Pada sisi inilah harapan kita semua melalui pondok pesantren dapat membuat kita lebih agamis bukan saja dalam beragama tapi tercermin dalam kehidupan sehari-hari," tegas Kakanwil. 

Misai selanjutnya meningkatkan pemanfaatan dan kualitas pengelolaan potensi ekonomi keagamaan. Potensi itu ada pada zakat dan wakaf. Tahun ini berdasarkan laporan BAZNAS Kepulauan Riau terdapat Rp50 miliar dana yang berhasil dihimpun dari potensi zakat yang harusnya lebih besar. Pihaknya akan segera memetakan masyarakat yang masih dalam kondisi l ekonomi lemah, fakir dan miskin by name by adress untuk dapat dibantu. 

"Kita bergandeng tangan melalui pemerintah dan lembaga sosial keagamaan untuk menuntaskan masyarakat yang miskin dan kurang mampu," ujarnya lagi. 

Soal Hari Santri, Mahbub menjelaskan  tiga alasan kenapa harus ada Hari Santri. Pertama, Santri memiliki jasa besar dalam merebut dan mengisi kemerdekaan. Munculnya Resolusi Jihad yang kemudian melahirkan pertempuran 10 November. Kedua, Santri memiliki kontribusi besar dalam membimbing praktik keagamaan di masyarakat. Ketiga, Santri juga memiliki kontribusi besar terhadap pengarusutamaan wacana keagamaan yang moderat. 

Setelah upacara Hari Santri Nasional selesai acara dilanjutkan dengan ramah tamah. Mudah-mudahan pelaksanaan Hari Santri Nasional ditengah pandemi ini dapat berjalan dengan hidmat di seluruh Kabupaten dan Kota se Provinsi kepukauan Riau. (humas-usm)

86

Berita Terkait