Kamis 24 September 2020

Berita

Kakanwil Monitoring Desa Sadar Kerukunan di Desa Sebong Lagoi

22-06-2020


* Kakanwil Monitoring Desa Sadar Kerukunan di Desa Sebong Lagoi

Bintan (Humas)-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Dr. Drs. H. Mukhlisudin. SH.MA melakukan monitoring desa kerukunan di desa Sebong Lagoi Bintan, Senin 22 Juni 2020. Hadir dalam kegiatan antara laim Kades Desa Sebong Lagoi Abu Bakar, Ketua FKUB Bintan dan undangan terbatas. Perwakilan agama yang hadir antara lain Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha dan Konghucu. 

Kepala Desa Sebong Lagoi, Abu Bakar mengatakan kunjungan sangat langka karena biasanya yang hadir sebatas KUA. 

Sementara itu, Ketua FKUB Bintan H. Tamsir dalam sambutannya mengatakan terima kasihnya atas kunjungan dan pembinaannya. "Terima kasih kepada Kanwil Kemenag Kepri atas bantuan anggaran terutama untuk penanganan Covid 19. FKUB Bintan sudah memgunjungi dan membagikan sembako dan masker kepada pengurus rumah ibadah di kabupaten Bintan," kata Tamsir. 

"Kerukunan di Bintan sangat kondusif. Sebong Lagoi meski heterogen dengan umat beragama namun tetap rukun," sambungnya. 

Kakanwil dalam arahannya mengatakan negara harus hadir dalam pembinaan umat beragama. Terutama saat menghadapi pandemik. 

"Saya sudah mengunjungi Sebong Lagoi untuk menetapkannya menjadi desa dasar kerukunan pada 14 Oktober 2019.  Kemenag Kepri hadir untuk memastikan pelayanan agama tetap berjalan baik.  Saya mengapresiasi FKUB Kepri yang sudah menyampaikan bantuan Covid 19 kepada pengurus rumah ibadah. Dengan gotong royong bersama umat beragama semua masalah dapat diselesaikan.  Tolong pantau warga asing yang akan menikah di Kepri. Sudah ada aturannya dan ikuti aturan itu dengan saling koordinasi," ujar Kakanwil. 

Kakanwil juga meminta untuk saling bekerja sama dalam memantau isu isu-radikalisme. Ciptakan rasa damai aman dan tenang dalam menjalankan ajaran agama. Desa Sebong Lagoi ditunjuk sebagai penyejuk hati umatnya sehingga tidak ada konflik. 

"Laksanakan ajaran agama dengan saling menghormati, dan saling menghargai. Saya tegaskan bantuan tetap akan diberikan sesuai dengan anggaran yang diberikan oleh pemerintah. Saya minta dibuat tugu sadar kerukunan untuk menandai adanya desa sadar kerukunan. Sehingga ada kenang-kenangan. Konsultasikan dengan Bupati dan DPRD agar mendapatkan dukungan," ucap Kakanwil. 

177

Berita Terkait