Minggu 20 Juni 2021

Berita

Kakanwil Kemenag Kepri Pimpin Apel Pagi Sampaikan 7 Program Prioritas

17-05-2021


* Kakanwil Kemenag Kepri Pimpin Apel Pagi Sampaikan 7 Program Prioritas

Tanjungpinang (Humas)_Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Dr. H. Mahbub Daryanto memimpin apel pagi pada hari pertama masuk kerja usai libur Idulfitri 1442 H di halaman Kanwil Kemenag Kepri Jalan Daeng Kemboja Km. 15 Tanjungpinang, Senin, 17 Mei 2021. Hadir dalam kegiatan apel antara lain para pejabat eselon III, IV dan seluruh staf.

Dalam arahannya, Kakanwil mengatakan Ramadan hendaknya menjadikan kita insan yang bertaqwa. Taqwa secara sederhana bermakna menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya.  Hal yang menurutnya semua agama mengajarkan hal tersebut. "Sebagai ASN, kita juga melaksanakan perintah dan menjauhi larangan sebagaimana telah diatur oleh negara. Ramadan hendaknya terimplementasi dalam sikap hidup  kita sehari hari," kata Kakanwil.

Kanwil Kemenag Kepri, kata Mahbub, telah meneruskan SE Menpan RB tentang tata tertib ASN selama pra Ramadan, Ramadan dan pasca Ramadan. Dia menjamin aturan ditegakkan tanpa pengecualian termasuk kepada Kepala Kemenag yang melakukan perjalanan dinas tanpa izin dari pimpinan. Dia juga meminta agar para Kepala Kemenag tidak memanfaatkan celah atas kewenangan yang dimiliki.


"Kita butuh kerjasama semua pihak. Jika melanggar maka berarti kita sudah tidak mau bekerja sama. Dan saya minta itu dievaluasi hari ini. Pemerintah membatasi pergerakan dalam rangka mengatur mobilisasi orang agar penyebaran Covid19 tidak terjadi. Saya umumkan hari ini dan besok berlaku absen khusus. Ketentuan berlaku sama tanpa diskriminasi," ujar Kakanwil tegas.

Dalam apel yang berlangsung selama 30 menit tersebut, Kakanwil mengapresiasi capaian realisasi anggaran yang sudah mencapai 40%. Namun dia meminta jajarannya memperhatikan realisasi anggaran agar berbanding lurus dengan realisasi fisik. Menurutnya ada satker yang masih melambat dan segera dibantu.

"Saya ingin agar satker di Kemenag tidak terlambat. Perhatikan seluruh satker dengan timeline dan berlakukan sistem early warning," pesannya

Kakanwil lebih lanjut mengingatkan, Rakernas menghasilkan sejumlah program antara lain penguatan moderasi beragama, transformasi digital, revitalisasi KUA, Cyber Islamic University, kemandiran pesantren, religiosity index, dan tahun toleransi 2022.  

Sebagai ASN Kemenag, Kakanwil mengingatkan jajarannya untuk melaksanakan penguatan moderasi beragama. Bagaimana menjadi ASN yang tidak ekstrim kanan dan kiri tetapi tetap moderat dalam menjalankan syariat agama masing-masing dengan tetap menghargai kemajemukan yang ada di Indonesia.


"Bijak dalam menggunakan media sosial. Karena media sosial tidak ada saringannya. Yang dibutuhkan adalah mendalami literasi. Reaksi yang diberikan atas berbagai peristiwa harus tetap tenang dan tidak terpancing dengan hal-hal justru membawa dampak yang merusak," ucapnya.

Transformasi digital menurutnya sudah tidak bisa dihindarkan lagi dan menjadi kebutuhan yang mendesak saat ini. Kakanwil mengatakan transformasi layanan digital dalam rangka menciptakan good governance.


Revitalisasi KUA dilakukan dalam rangka mendekatkan layanan untuk mengurangi ongkos yang harus dikeluarkan oleh masyarakat penerima layanan.

Tentang Cyber Islamic University, Kakanwil mengatakan semester ini sudah mulai dibuka di beberapa UIN. Dia mengatakan untuk guru PAI yang belum S1 bisa mengikuti kuliah secara online yang sudah dibuka perdana oleh IAIN Syeikh Nur Jati. "Tahun ini sudah mulai dengan sistem full digital, full online," sebutnya.

Kemandirian pesantren dengan dukungan bisnis model di pesantren. Sebagaimana Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meluncurkan Peta Jalan Kemandirian Pesantren yang menjadi panduan dalam menciptakan pondok pesantren menjadi lebih berdaya. Peta jalan ini adalah mitigasi untuk mewujudkan visi kemandirian pesantren yang telah dimandatkan oleh Presiden Joko Widodo. Dengan potensi yang dimiliki, Menag berharap tujuan besar dari kebijakan kemandirian pesantren ini adalah terwujudnya pesantren yang memiliki sumber daya ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.


Religiosity index atau indeks kesalehan sosial dilakukan dengan ukuran-ukuran yang jelas. "Misalnya bagi yang muslim sudah berzakat maal, sudah berwakaf dan lain-lain yang diukur melalui survey untuk mengetahui skalanya," jelas Kakanwil.

Tahun depan dicanangkan sebagai tahun toleransi dengan indeks kesalehan yang sudah tercapai dengan baik. "Persiapkan Kanwil Kemenag Kepri untuk melaksanakan 7 program Kemenag tersebut. Saya minta pekan depan kita sudah membahas langkah-langkah yang harus dilakukan," pungkasnya.
 

89

Berita Terkait