Kamis 13 Mei 2021

Berita

Kakanwil Kemenag Kepri Hadiri Silaturahmi Dengan Menteri Agama

14-04-2021


* Kakanwil Kemenag Kepri Hadiri Silaturahmi Dengan Menteri Agama

Tanjungpinang (Humas)-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Dr. H. Mahbub Daryanto menghadiri kegiatan silaturahmi Kepala Kanwil Kemenag se Indonesia bersama Menteri Agama RI Yaqut Kholil Qoumas di Jakarta, Senin 13 April 2021.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Nizar Ali mengatakan pelaksanaan tata kelola di Kementerian Agama harus benar-benar bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

Menurutnya, ada dua hal yang sangat penting dalam mencegah terjadinya korupsi yakni dalam bidang pengadaan barang dan jasa dan lelang jabatan.
Sementara itu, Menteri Agama RI Yaqut Kholil Qoumas dalam arahannya meminta tidak ada transaksi jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

"Saya diberi mandat pertama kali oleh Presiden untuk mengelola kembali tata kelola birokrasi di Kemenag yang dikenal korup, itu sangat ironis. Ini bukan hanya menjadi beban kita semua melainkan agama kita masing-masing juga. Tidak ada agama yang mengajarkan kita bersifat koruptif, semua agama mengajarkan kita bersifat jujur. Kalau di Kemenag ini ada yang melakukan praktek korupsi itu menjadi prioritas untuk dibersihkan," kata Menag.

"Korupsi merupakan penyakit yang kita sendiri tidak bisa mengobati tetapi harus  kita atasi bersama-sama. Apa yang salah dari kita, bersama-sama harus kita perbaiki. Di Kemenag ini dari ujung ke ujung selalu bermasalah. Ada dua jenis, masalah yang bisa dipecahkan dan masalah yang tak bisa dipecahkan. Masalah yang bisa dipecahkan artinya bukan masalah. Sementara masalah satunya masalah yang tak bisa dipecahkan, ya sudah tak usah dipikirkan, karena tidak bisa dipecahkan," ujar Menag.

"Tetapi saya yakin di Kemenag setiap masalah bisa dipecahkan, dengan cara kita harus rajin berkoordinasi dan berkomunikasi secara efektif baik secara vertikal maupun horizontal.  Dengan cara seperti ini saya kira Kemenag jauh lebih baik dari pada sebelumnya. Saya mengingatkan distribusi bantuan - bantuan banyak dipotong di lapangan. Kalau ada oknum Kemenag yang melakukan itu, tolong ditertibkan, jangan sampai merugikan Kemenag," pintanya.

"Saya ingatkan kembali mohon betul jangan ada penyambutan berlebihan saat saya datang ke daerah. Kita ini semua berteman, pertemanan itu jauh lebih berharga dari pada jabatan, mari kita perlakukan jabatan kita masing-masing itu sebagai amanat yang sewaktu-waktu bisa diambil kembali," tuturnya.

Terakhir Menag meminta jajarannya untuk melaksanakan program prioritas Kementerian Agama, yakni;

1.    Penguatan moderasi beragama di internal Kementerian Agama dan masyarakat.
2.    Transformasi digital untuk layanan publik dan kinerja aparatur.
3.    Revitalisasi KUA sebagai etalase layanan keagamaan.
4.    Kemandirian pesantren agar pesantren memiliki sumber daya ekonomi yang kuat dan berkelanjutan sehingga dapat menjalankan fungsi pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat secara optimal.
5.    Cyber Islamic University untuk memberikan akses pendidikan berkualitas dan merata.
6.    Religiosity index sebagai alat ukur untuk menjadikan Indonesia sebagai barometer kualitas ukhuwah islamiyah, wathoniyah dan basyariyah.

59

Berita Terkait