Selasa 12 November 2019
Ats-tsulatsa 14 Rabiul Awal 1441

Berita

Kakanwil Kemenag Kepri Buka Kegiatan Pembinaan Siswa/Siswi Katolik

18-10-2019


* Kakanwil Kemenag Kepri Buka Kegiatan Pembinaan Siswa/Siswi Katolik

Tanjungpinang (Inmas)-Kanwil Kemenag Kepri melalui Bimas Katolik menyelenggarakan Pembinaan Siswa/Siswi Katolik se Kepulauan Riau tahun 2019 yang dipusatkan di Laguna Hotel, Tanjungpinang. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kakanwil Kemenag Kepri Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,.MA, Jumat (18/10/2019). Hadir pada saat pembukaan, Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Kepri Normal Ginting, SH, Penyelenggara Katolik Kemenag Kota Tanjungpinang Wilhelmus Beda Wara, sejumlah staf dan 40 pelajar.

Dalam laporannya Ketua Panitia Kegiatan, Wilhelmus Beda Wara menyebutkan kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta, antara lain Tanjungpinang 11 orang, Batam 13 orang, Bintan 8 orang, Karimun 6 orang, Lingga 2 orang.

“Tujuannya adalah agar para peserta dapat merajut kebersamaan dalam perbedaan, menanamkan pembangunan karakter bagi masa depan pelajar dan dapat membentengi diri dari pengaruh digital,” kata Beda Wara.

Sementara it, Kakanwil Kemenag Kepri, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,.MA dalam arahannya mengatakan disadari atau tidak arus globalisasi membawa dampak yang besar bagi kehidupan termasuk pada jiwa generasi muda.

“Ada pengaruh positif dan pengaruh negatif bagi siswa. Namun kita telah dibekali dengan piranti oleh Tuhan sehingga kita dapat menangkal pengaruh negatif dan meraup pengaruh positif. Ada tiga filosofi pemberian Tuhan atas kita sebagai umatnya, yakni akal, rasa dan anugerah,” ujar Kakanwil.

“Saya ingatkan kepada anak-anak saya untuk menggunakan akal sehat dalam berpergaulan. Banyak pengaruh negatif yang coba menyerang anak-anak muda, misalnya narkoba. Tapi dengan anugerah akal sehat, kita bisa memilahnya dan menentukan pilihan kita dengan bijaksana,” pesan Kakanwil.

“Kemudian kita juga dianuegrahi oleh Tuhan dengan rasa. Kita harus membiasakan diri mengolah rasa. Sebelum kita berbuat yang tidak baik kepada orang lain, rasa dulu apakah itu pantas. Jadi harus pandai merasa,” ucap Kakanwil.

Kakanwil juga mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat spiritual dan menambah wawasan keagamaan, pembentuk karakter yang berbudi pekerti yang luhur sesuai dengan ajaran agama masing-masing. (hatiman)

 

37

Berita Terkait