Selasa 17 September 2019
Ats-tsulatsa 17 Muharram 1441

Berita

Kakanwil Kemenag Kepri Ajak Pemuda Lintas Agama Jaga Keharmonisan di Kepri

21-08-2019


* Kakanwil Kemenag Kepri Ajak Pemuda Lintas Agama Jaga Keharmonisan di Kepri

Batam (inmas)—Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,.MA mengajak pemuda lintas agama untuk melestarikan keharmonisan di Kepri. Hal itu disampaikannya saat memberikan pemahaman deradikalisasi dan counter radikalisasi bagi bagi pelajar/ mahasiswa lintas agama di Kepulauan Riau. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Golden View Batam, Selasa (20/08/2019).

Lebih lanjut Kakanwil menuturkan kata harmonis diartikan sebagai sesuatu yang bersangkut paut dengan harmoni, atau seiya sekata, sedangkan kata harmonisasi diartikan dengan pengharmonisan, atau upaya mencari keselarasan.

Sementara kata toleransi berasal dari kata “ tolerare ” yang berasal dari bahasa latin yang berarti dengan sabar membiarkan sesuatu. Jadi pengertian toleransi secara luas adalah suatu sikap atau perilakumanusia yang tidak menyimpang dari aturan, dimana seseorang menghargai atau menghormati setiap tindakan yang orang lain lakukan, contohnya adalah toleransi beragama dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya.

Kakanwil menunjuk pada Pasal 1 PBM Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 yang mendefinisikan kerukunan umat beragama adalah keadaan hubungan sesame umat beragama yang dilandasi sikap toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerjasama dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara dalam NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Arti penting kerukunan menurut Kakanwil, kerukunan antara lain dapat menumbuhsuburkan pola interaksi untuk penguatan lembaga yang dapat menata perilaku komunitas dalam system yang konsisten.

Kerukunan menyebabkan terjadinya struktur situasi kondusif dimana pelaku interaksi berperilaku sesuai dengan norma yang ada. Kerukunan membangun suasana yang memudahkan terbangunnya consensus dan kesepakatan yang efektif keyaninan, nilai dan tindakan.

Kerukunan berfungsi mengakomodasi proses singkronisasi antara tuntutan timbal balik pada tingkat perilaku lahiriyah. (hatiman)

64

Berita Terkait