Senin 20 September 2021

Berita

Kakanwil Bersama FKPP Melakukan Sosialisasi dan Pembentukan Pengurus Hebitren Kepri

05-08-2021


* Kakanwil Bersama FKPP Melakukan Sosialisasi dan Pembentukan Pengurus Hebitren Kepri

Tanjungpinang (Humas) – Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Dr. H. Mahbub Daryanto, M.Pd.I menerima kunjungan silaturahmi FKPP untuk membahas pembentukan pengurus sekaligus sosialisasi Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Kepulauan Riau, di ruang kerjanya, Kamis (05/08/2021).

Hadir Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Drs. H. Muhammad Syafii, Perwakilan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) KH. Muhammad Supeno, Perwakilan Forum Komunikasi Pondok Pesantren Salafiyah (FKPPS) Kepri Taten Rustandi dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren Diniyah Takmiliyah (FKDT) Amat Daim.

Kakanwil dalam arahannya mengatakan pesantren merupakan lembaga pendidikan sekaligus menjadi wadah pencetak kader-kader penggerak ekonomi umat. Dalam hal ini Kakanwil meminta seluruh pengurus pesantren bersama-sama dalam mengembangkan potensi yang ada melalui Hebitren.

Hebitren merupakan program pengembangan yang mendukung unit-unit usaha pesantren secara berkesinambungan, sehingga bisa menunjang pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan pesantren. Selain itu, hebitren juga sebagai wadah berkumpulnya pondok pesantren yang sudah memiliki usaha dibidang pertanian, peternakan, perikanan dan lainnya.

Kakanwil menjelaskan pesantren yang saat ini berhasil mandiri secara ekonomi melalui hebitren memiliki tanggungjawab untuk berbagi ilmu dan mengajak pesantren lainnya untuk ikut mandiri. 

“Kita ajak teman-teman untuk gabung di hebitren, karena dengan bersatu kita akan menjadi kuat,” kata Kakanwil.

Untuk itu Kakanwil berpesan pengurus hebitren nantinya dapat melakukan pemetaan terhadap pondok pesantren yang memiliki potensi maupun yang belum. Ia menilai pentingnya manajemen pondok pesantren yang baik agar santri yang dihasilkan ialah yang paham agama, bisa mengembangkan bisnis, dan bisa menjaga kebersihan lingkungan.

“Pemetaan itu penting, masing-masing ponpes dilihat pengembangannya selama ini, kendalanya apa dan apa saja yang kurang. Satu pesantren dengan satu produk lebih bagus. Namun tetap harus di petakan untuk mencari yang potensial dalam mengembangkan bisnis dalam pesantren,” pesan Kakanwil.

Sementara itu KH. Muhammad Supeno menjelaskan sebelumnya telah dilakukan pemetaan pondok pesantren yang kemudian dibagi menjadi tiga, yakni pesantren yang sudah punya produk, pesantren yang sudah mulai mengembangkan bisnis namun belum berkembang, dan pesantren yang belum memulai namun sudah memiliki potensi.

“Setelah dilakukan pemetaan, potensi pesantren dalam UMKM dapat terlihat dan harus ditonjolkan. Ponpes bisa memberdayakan masyarakat di sekitar, tidak harus berkebun namun bisa juga berdagang, misalnya beli pisang murah lalu diproduksi menjadi makanan yang bernilai jual lebih tinggi,” kata Supeno.

Terakhir, setelah dilakukannya sosialisasi dan membahas pembentukan pengurus Hebitren, dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat Izin Penyelenggaran PPS Ulya oleh Kakanwil Kemenag Kepri kepada perwakilan FKPPS, Taten Rustandi.
 

64

Berita Terkait