Minggu 20 Juni 2021

Berita

Kakanwil Berikan Pembinaan Penyuluh Agama Islam di Karimun

30-04-2021


* Kakanwil Berikan Pembinaan Penyuluh Agama Islam di Karimun

Karimun (Humas)_Kakanwil Kemenag Kepri menghadiri kegiatan pembinaan dan peningkatan kompetensi penyuluh agama Islam PNS dan Non PNS tahun 2021 di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun, Kamis (29/04/2021). Hadir dalam kegiatan tersebut Kakanwil Kemenag Kepri Dr. H. Mahbub Daryanto, M.Pd.I, Kabag TU Kanwil Kemenag Kepri H. Abu Sufyan, S.Ag, Kakankemenag Kab Karimun Drs. H. Hamzuri, Kabid Bimas Islam Drs. H Edi Batara, Kabid Madrasah H. Subadi, S.Ag, M.Si, Kasubbag umum dan Humas Kanwil Kemenag Kepri, pejabat eselon IV dilingkungan Kemenag Kab. Karimun serta penyuluh agama Islam PNS dan Non PNS se Kab.Karimun.

Dalam sambutannya, Kakankemenag Kab. Karimun menyampaikan bahwa penyuluh agama Islam PNS dan Non PNS di Kab. Karimun berjumlah 33 orang yang tersebar di 12 kecamatan, mengingat geografi Kepri berupa kepualauan tentu banyak tantangan dan rintangan dalam menjalankan tugas, oleh karena itu Kemenag Karimun terus melakukan perbaikan-perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal lagi.

"Sesuai jadwal pada akhir bulan Juni kita akan launching 38 layanan online, sehingga masyarakat lebih mudah untuk mendapatkan layanan Kemenag Kab. Karimun tanpa mengeluarkan waktu dan tenaga ekstra", ujarnya.

Lebih lanjut, Jamzuri menjelaskan bahwa Kemenag Karimun telah siap menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK). "Secara keseluruhan item kita sudah penuhi untuk menuju WBK, meskipun secara kualitas belum memenuhi standar karena terbatasnya sarana prasarana yang ada", imbuhnya.

Kemudian Kakanwil Kemenag Kepri dalam arahannya menjelaskan masih banyak pulau yang masih belum tersentuh oleh dakwah dan ini kewajiban penyuluh agama. "Kita berharap kondisi keagamaan kita baik dan tidak ada konflik antar sesama umat beragama dimanapun mereka berada termasuk di pulau-pulau terpencil, saya harap para penyuluh agama dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan mencegah terjadinya gesekan antar umat beragama", ucapnya.  

Tidak semua masyarakat mendapatkan informasi yang utuh mengenai informasi keagamaan, yang mana narasi untuk kepentingan diedit dan substansi yang sebenarnya tidak didapatkan oleh masyarakat. "Saya berharap Pokjaluh dan Pokja ada media konsultasi keagamaan secara online agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh terkait keagamaan", sambungnya.

Kakanwil juga berharap para penyuluh agama menyampaikan moderasi agama agar pemahaman masyarakat tidak liberal tentang syariat Islam, manfaatkan media sosial untuk berdakwah. "Sekarang kita beda dalam dunia serba canggih, hampir semua aktifitas didukung oleh teknologi, oleh karena itu saya berharap para penyuluh agama kita memanfaatkan teknologi untuk melaksanakan penyuluhan agama kepada masyarakat", tutupnya.

39

Berita Terkait