Sabtu 19 Oktober 2019
As-Sabt 19 Syafar 1441

Berita

KaKankemenag Bintan Monitoring ke MTs Berakit Pasca Lebaran 2019

14-06-2019


* Kakankemenag Bintan, Drs. H. Erman Zaruddin, M.M.Pd didampingi Pengawas Sekolah Khotijah, A.Ag, M.Pd.I dengan para Guru MTs Berakit, (13/06/19).

Bintan (Inmas) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Bintan Drs. H. Erman Zaruddin, M.M.Pd didampingi Pengawas Sekolah Madya SLTP/SLTA/MTsN/MA; Khotijah, S.Ag,  M.Pd.I melakukan kunjungan  monitoring di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Berakit pada Kamis, (13/06/19). Kunjungan ini merupakan rangkaian kunjungan inspeksi mendadak dan monitoring ke sejumlah Madrasah yaitu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bintan, MTs Berakit, dan terakhir MTs Miftahul Ulum Kawal.

Dari kunjungan ini semua Guru yang berjumlah tujuh orang hadir semua. Seluruh murid turut datang ke sekolah walaupun belum hari aktif kegiatan belajar mengajar. Mereka datang untuk membersihkan ruangan kelas demi mempersiapkan Ujian Praktek yang akan dilaksanakan pada 17 Juni, hari Senin depan.

Ke tujuh Guru MTsN Berakit adalah Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab, Matematika, Alquran dan Hadist, Bahasa Indonesia, Fiqih, Bahasa Inggeis, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Aqidah. Kepala MTs Berakit, Riyani, S.E, ketika ditanya Kakankemenag mengenai opsi penerimaan Guru baru disana, ia menjawab; bahwa dengan Guru berjumlah tujuh orang dirasa sudah cukup. Riyani menambahkan jika dengan menambah Guru alih-alih membantu proses belajar mengajar tetapi malah menjadi kontraprestasi, misalnya tidak rajin datang ke Sekolah, lebih baik tidak menerima Guru saja.

Kakankemenag Bintan juga memantau bangunan MTs Berakit. Disana terdapat bangunan hasil renovasi dari Oktober 2018 lalu dari bantuan Kementerian Agama Republik Indonesia untuk daerah terpencil sebesar 80 juta. Kakankemenag Bintan mengapresiasi hasil renovasi bangunan tersebut. Kakankemenag juga memuji taman sekolah yang mempunyai banyak tanaman bunga.

MTs Berakit yang terletak di Kecamatan Teluk Sebong ini memiliki murid berjumlah 43 orang, dengan rata-rata jumlah murid perempuan lebih banyak dibandingkan jumlah murid laki-laki. Setiap tahunnya hanya belasan murid yang masuk mendaftar, tahun 2018 lalu jumlah murid yang mendaftar adalah 11 orang. (amilia)

128

Berita Terkait