Jumat 19 Juli 2019
Al-Jumuah 16 Dzulka'dah 1440

Berita

Kabag Tata Usaha Monev UAMBD Di Empat MI Di Bintan

09-04-2019


* Kabag Tata Usaha Monev UAMBD Di Empat MI Di Bintan

Bintan (Inmas)_Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Kepulauan Riau H. Abu Sufyan melakukan monitoring pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Daerah (UAMBD) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Annajah Bintan, MI Islamiyah Kijang, MI An Nur Kijang dan MIS MU Kawal, Selasa (9/4).

UAMBD MI akan dilaksanakan  8 - 10 April 2019. UAMBD mengujikan lima mata pelajaran antara lain Qur'an Hadist,  Akidah Akhlak, Fiqih,  SKI dan Bahasa Arab. Untuk Propinsi Kepulauan Riau 1.535 siswa yang tersebar di seluruh wilayah propinsi Kepulauan Riau.

H. Abu Sufyan mengawali monitoringnya di MI Annajah yang terletak di Jalan Musi Kijang, Bintan. Telah hadir dalam rangka monitoring KKM MI Ridwan, Drs. H. Bura’i kepala madrasah dan sejumlah majelis guru.

Kabag Tata Usaha mengatakan MI Annajah merupakan MI yang relative baru, namun memiliki semangat yang luar biasa dalam pengembangan madrasah hebat bermartabat. “Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi semua stakeholder pendidikan yang telah memajukan MI Annajah dan berpesan agar senantiasa menjaga kebersamaan dan senantiasa meningkatkan kualitas madrasah,” kata Abu Sufyan.

“Saya juga telah mendapatkan informasi kalau antusiasme masyarakat yang berniat mendaftarkan anaknya di MI Annajah terus meningkat. Belum pendaftaran saja sudah 25 orang yang datang ingin mendaftar, untuk itu jaga kepercayaan masyarakat tersebut dengan mempersembahkan yang terbaik,” kata Abu Sufyan lagi.

Dan ketika melakukan monitoring di MI Islamiyah Kijang, Abu Sufyan mengatakan MI Islamiyah merupakan salah satu MIS yang tertua di Bintan dan terus bergerak maju. “MIS Islamiyah terus membangun walaupun tidak memiliki DIPA karena berstatus madrasah swasta tetapi terus membangun lokal baru karena memang kebutuhan lokal baru sangat mendesak,” ujar Abu Sufyan.

“Saya memberikan apresiasi dan bangga. Kepada masyarakat untuk menabung untuk amal di akhirat dengan membantu pembangunan MI Islamiyah. Semoga segera dapat diselesaikan dua kelas baru sebagai penunjang sarana dan prasarana baru disini,” ujarnya lagi.

Sementara itu ketika berkunjung ke MIS An Nur Kijang, Abu Sufyan mengatakan MIS An Nur akan diproyeksikan menjadi Madrasah Ibtidaiyah Negeri karena memang dibutuhkan. “Untuk menjadi madrasah negeri, tentu kita harus meningkatkan kinerja kita karena penilaiannya ditentukan dari animo masyarakat dalam menyertakan anaknya sebagai peserta didik di MIS An Nur,” pungkas Abu Sufyan. (hatiman)

57

Berita Terkait