Selasa 17 September 2019
Ats-tsulatsa 17 Muharram 1441

Berita

Ka. KUA Teluk Sebong Isi Tausiyah Usai Rapat Siaga Karhutla di Kecamatan Teluk Sebong

22-08-2019


* Ka. KUA Teluk Sebong Isi Tausiyah Usai Rapat Siaga Karhutla di Kecamatan Teluk Sebong

(Kemenag Bintan) – Selasa (20/08/19) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Teluk Sebong; Fadhil Muslimin, S.Ag mengisi tausiyah setelah menghadiri Rapat Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan di Kantor Kecamatan Teluk Sebong.

Rapat Siaga ini adalah instruksi Bupati Bintan sebagai usaha preventif dan kesiapsiagaan jika terjadi kebakaran hutan dan lahan karena sedang memasuki musim kemarau dan jarang turun hujan di Teluk Sebong. Rapat Siaga ini bertujuan untuk membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengendali Penanganan Karhutla di Kecamatan Teluk Sebong

Rapat Siaga ini juga turut dihadiri oleh Camat Teluk Sebong dan jajarannya, Komandan Rayon Militer 03 Bintan Utara, Kapolsek Bintan Utara dan jajarannya, Pimpinan PT. Bintan Resort Cakrawala, Ketua Pemuda Pancasila Teluk Sebong, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Teluk Sebong, Kepala Perusahaan Daerah Air Minum Teluk Sebong, Pimpinan PT. Ekang Jaya, Kepala UPTD Damkar Bintan Utara, Karang Taruna, serta Kepala Desa dan Lurah se- Kecamatan Teluk Sebong.

Dalam Tausiyahnya usai Rapat Siaga, Fadhil mengangkat tema “Manusia Sebagai Khalifah di Bumi” dengan dasar tausiyah adalah dialog para Malaikat dengan Allah yang menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Ia mengatakan bahwa para Malaikat meragukan manusia sebagai khalifah karena manusia memiliki potensi kebaikan dan juga keburukan, mereka akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di muka bumi.

“Terkadang Bencana alam yang terjadi adalah akibat dari ulah tangan manusia itu sendiri, tetapi manusia juga memiliki potensi untuk memelihara alam tersebut. Dengan potensi jasmani yaitu melalui panca indera, dan potensi rohani yaitu melalui akal budinya. Jasmani nya untuk memelihara alam supaya tidak terjadi kebakaran, banjir, tanah longsor dan lain-lain, sedangkan akal budinya untuk berpikir bagaimana cara dan menciptakan inovasi untuk memelihara alam semesta yang Allah ciptakan untuk manusia.” Papar Fadhil.

Menurut Fadhil, Tim Satgas yang dibentuk dari Rapat Siaga merupakan bentuk dari akal manusia sebagai khalifah di bumi untuk menjaga kawasan hutan dan lahan penduduk dari bencana kebakaran. Manusia memiliki tanggungjawab melakukan pemantauan, pencegahan, dan pengendalian kebakaran, termasuk usaha reboisasi atau penghijauan hutan lagi setelahnya.

“Karhutla hanya salah satu contoh dari berbagai macam bencana alam yang terjadi di Indonesia, dan upaya yang kita lakukan barusan juga merupakan salah satu dari sekian solusi yang bisa kita lakukan untuk bencana karhutla. Belum masalah banjir, polusi, sampah dan lainnya. Karena apa yang kita perbuat, keputusan apa yang kita pilih, apa yang kita tinggalkan selama hidup di bumi ini nanti akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Jadi di yaumul hisab nanti bukan hanya menghitung amal buruk dan baik dalam konteks hablum minallah dan hablum minannas, tapi juga pertanggungjawaban manusia sebagai khalifah, khususnya ummat Islam sudahkah sebagai rahmatan lil alamiin.” Tutup Fadhil. (amilia)

76

Berita Terkait