Minggu 17 Januari 2021

Berita

Ka. KUA Bintan Pesisir Jadi Rohaniwan Pelantikan Anggota BPD Mapur Sekaligus Menghadiri Musrenbang Desa Kelong

13-01-2021


* Ka. KUA Bintan Pesisir Jadi Rohaniwan Pelantikan Anggota BPD Mapur Sekaligus Menghadiri Musrenbang Desa Kelong

(Kemenag Bintan) Selasa (12/01/21), Kepala KUA Kecamatan Bintan Pesisir: Taufiq Qurrahman, S.HI. menjadi Rohaniwan pada pengambilan sumpah dan pelantikan anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Mapur periode 2020 – 2026, bertempat di Balai Pertemuan Desa Mapur.  Acara tersebut sekaligus disejalankan dengan pelaksanaan Musrenbang Desa Kelong Tahun Anggaran 2022.

Dalam sambutan nya, Camat Bintan Pesisir, Sutono, S.Pd., menyampaikan tentang pentingnya peran BPD dalam membantu Kepala Desa untuk memajukan wilayah pedesaan. Oleh karenanya, BPD mempunyai peran yang sangat penting terhadap perkembangan dan kemajuan desa.

Disamping itu, Sutono juga berpesan dalam rangka pelaksanaan Musrenbang kali ini hal-hal yang diusulkan adalah yang memang benar-benar menjadi prioritas kebutuhan masyarakat, sehingga dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Desa. Pada kesempatan itu, Sutono juga menginformasikan bahwa saat ini Kecamatan Bintan Pesisir menjadi Kecamatan yang terbaik se- kabupaten Bintan dalam hal pengelolaan dan penyaluran Bansos (bantuan sosial).

Sutono juga menyempatkan diri untuk meminta maaf kepada masyarakat Desa Mapur jika ada kesalahan dan kekurangan selama ini karena pada awal Februari ini ia memasuki masa purnabakti dalam pengabdiannya sebagai ASN.

“Tetap bersemangat dalam mengembangkan dan membangun daerah masing-masing.” Pesan Sutono mengakhiri sambutannya.

 Seusai pengambilan sumpah dan pelantikan anggota BPD Mapur yang ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ka. KUA Bintan Pesisir, Taufiq, kemudian acara dilanjutkan dengan Musrenbang Desa Kelong. Pada momen itu, Taufiq memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan kinerja KUA kepada masyarakat. Ia berharap agar masyarakat tertib administrasi pernikahan sesuai aturan agama dan Undang-Undang.

“Jangan ada lagi nikah di bawah tangan atau nikah sirri ,karna nikah di KUA itu hanya Rp.0 dan di luar Balai Nikah dikenakan biaya hanya Rp. 600.000.” Pesan Taufiq.

“Kedepannya, saya siap menerima masukan, saran, dan konsultasi kapanpun terkait kegiatan keagamaan, terutama melalui sambungan telepon dikarenakan daerah-daerah disini yang sangat sulit transportasi nya. Pada kesempatan ini, saya juga menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa berkunjung ke Desa Mapur dikarenakan daerahnya yang paling jauh diantara 4 (Empat) Desa di Kecamatan Bintan Pesisir”. Tandasnya. (taufiq/amilia)
 

38

Berita Terkait