Rabu 19 Desember 2018
Al-Arbi'aa 10 Rabiul Akhir 1440

Berita

Ka.Kanwil Kemenag Kepri Mengikuti Entry Meeting Evaluasi RB Tahun 2018.

09-08-2018


* Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka kegiatan Entry Meeting Evaluasi Reformasi Birokrasi

kemenagkepri.go.id, Jakarta - Ka.Kanwil Kemenag Kepri Dr.Drs.H.Mukhlisuddin,SH,MA mengikuti kegiatan Entry Meeting Evaluasi Reformasi Birokrasi Kementerian Agama Tahun 2018, Kamis (9/8/2018).

Setelah Sekjen Kemenag R.I Prof.Nursyam menutup secara resmi Rapat Koordinasi Kuasa Pengguna Anggaran di Hotel Mercure. Kegiatan pimpinan tinggi yaitu Entry Meeting Evaluasi RB Kementerian Agama dilanjutkan di Kantor Kementerian Agama RI, Jl.MH.Thamrin Jakarta.

Dalam laporan singkat Nursyam menargetkan mempertahankan WTP pada tahun yang akan datang dan target nilai A untuk Reformasi Birokrasi.

Menteri Agama dalam pengarahannya pada acara tersebut menyampaikan Reformasi Birokrasi dilakukan sangat penting karena kita adalah bagian terpenting sebagai Aparatur Negara, mengapa kita harus selalu meningkatkan kinerja kita, supaya kita tidak terjebak dengan rutinitas, jangan sampai kita kehilangannya jiwa dan makna, terkesan hanya amat sangat administratif.
Dengan pemaknaan yang baik itu akan memberikan arti yang sangat baik, seperti pengamalan dalam kehidupan beragama. Tuhan memberikan kitab suci kepada umat beragama agar kita mengikuti ajarannya dan menghindari larangannya. Begitu indahnya Tuhan dalam menyampaikan pesannya, dalam beberapa ayatnya Tuhan memperlakukan kita sebagaimana orangtua terhadap anaknya.

Semua itu Tuhan lakukan agar kita berbuat baik dan mendapatkan hasil yang baik dan bermanfaat bagi orang lain. Jangan sampai kita kehilangan kesadaran kolektif. Kita adalah aparatur negara kita harus melakukan dengan pendekatan cinta. Jangan sampai rasa cinta kita hilang dalam melaksanakan pekerjaan.

Kita bersyukur kinerja kita terus meningkat. Kita adalah aparatur yang menyerahkan laporan harta kekayaan yang terbaik. Kita tidak tahu kapan kita meninggalkan Kementerian Agama, tetapi akan tiba saatnya kita pasti meninggalkan Kementerian Agama. Oleh karena itu LHS berharap aparatur Kementerian Agama harus berusaha akan meninggalkan warisan yang lebih baik kepada penerus kita di Kementerian Agama Republik Indonesia. (humpro-usman)

56

Berita Terkait