Senin 20 September 2021

Berita

JK Pantau Hari Pertama Ujian Madrasah Di MTs Aqidatunnajin Daik

29-03-2021


* Ujian Madrasah di MTs Aqidatunnajin Daik

Lingga--Hari ini MTs Aqidatunnajin dan seluruh madrasah jenjang MTs dan MA yang ada di Kabupaten Lingga melaksanakan kegiatan Ujian Madrasah. Hal ini dilakukan  dalam rangka menjamin kualitas dan pencapaian standar kompetensi lulusan pada madrasah. 
Menurut Armain, Kepala MTs Aqidatunnajin, kegiatan yang dilakukan ujian oleh Madrasahnya hari ini sudah sesuai dengan Prosedur Operasi Standar yang dikeluarkan oleh Dirjend Pendidikan Islam Sesuai dengan juknis (Petunjuk Teknis) melalui SK Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 752 Tahun 2021.

"Sesuai dengan POS UM, rentang waktu penyelenggaraannya 15 Maret 10 April 2021. Maka kemarin berdasarkan kesepakatan kita bersama para kepala Madrasah pada saat rapat beberapa waktu lalu, untuk di Lingga ada keseragaman awal waktu pelaksanaan, namun untuk hari diserahkan kepada masing-masing madrasah, karena mengingat ada perbedaan pada jumlah mapel tambahan yang diujikan dan perbedaan pola ujiannya", terang Armain.

Berdasarkan data di lapangan, tahun ini MTs Aqidatunnajin mengikut sertakan sebanyak 25 orang peserta Ujian Madrasah. Seluruh peserta ujian diharapkan dapat mengikuti kegiatan pelaksanaan ujian utama itu sampai tanggal 7 April 2021. Meski demikian Panitia pelaksana juga mempersiapkan waktu ujian susulan selama 3 hari bagi siswa yang berhalangan nantinya, yang terhitung dari tanggal 8 s.d. 10 April 2020.

Di hari pertama pelaksanaan Ujian Madrasah, MTs Aqidatunnajin mendapat kunjungan Juandi Kurniawan, salah seorang staf Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lingga.

Dalam obrolan ringan bersama kepala Madrasah, Juandi mengingatkan supaya Madrasah pelaksana UM dapat mengisi instrumen online UM yang diminta oleh pusat.

"Untuk tahun ini kami memang tidak menyiapkan instrumen seperti sebelumnya, mengingat sudah ada instrumen dari pusat  yang sudah kami share kemarin", tutur Juandi Kurniawan yang berinisial JK itu.

Juandi juga menanyakan kesiapan  MTs Aqidatunnajin untuk melakukan status penegerian. Menanggapi hal itu, Armain selaku kepala Madrasah berjanji akan menanyakan ulang kepada pihak Yayasan. Karena menurut Armain, pada prinsipnya ada pada Yayasan. 
"Nantinya tentu akan berhubungan dengan kesiapan Yayasan untuk menyerahkan aset kepada Negara", jelas Armain.

"Belum lagi dengan kesiapan status tanah yang belum bersertifikat". Tambahnya.

Dan yang tak kalah penting juga yang perlu dipikirkan adalah, bagaimana nantinya kesiapan Madrasah yang sudah berstatus negeri tersebut untuk mengakomodir para guru dan tenaga kependidikan honorer tersebut untuk tetap bisa mengajar dan bekerja. 
"Karena secara manusiawi, tentu kasihan juga kalau yang mereka sudah mengabdi lama dan dipandang cakap dalam menjalankan tugas, tiba-tiba nantinya tersisihkan secara perlahan dengan masuknya guru dan pegawai yang berstatus negeri", tutup Armain. (Humas MTs Aqidatunnajin)

230

Berita Terkait