Selasa 20 Oktober 2020

Berita

Jelang Penutupan MTQ ke- VIII Kepri, Kafilah Bintan Rihlah Wisata Religi dan Sejarah ke Pulau Penyengat

23-09-2020


* Jelang Penutupan MTQ ke- VIII Kepri, Kafilah Bintan Rihlah Wisata Religi dan Sejarah ke Pulau Penyengat

(Kemenag Bintan) – Rabu (23/09/2020), jelang agenda penutupan MTQ ke- VIII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau, Kafilah Bintan melakukan rihlah ke Pulau Penyengat untuk melakukan wisata religi dan sejarah. Rihlah ini dipimpin oleh Ketua Kafilah sekaligus Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan: Drs. H. Erman Zaruddin, M.M.Pd. bersama dengan para Official.
                               
Sesampainya disana, Kafilah Bintan dibawa menuju Mesjid Raya Sultan Riau Penyengat sebagai tempat perhentian pertama. Kemudian Kafilah diajak berzikir bersama. Setelah it,  Ketua Kafilah, Erman bercerita tentang sejarah Mesjid Raya Sultan Riau Penyengat yang sedang mereka singgahi saat itu.

“Mesjid Raya Sultan Riau Penyengat adalah mesjid peninggalan Kesultanan Riau-Lingga. Mesjid ini dibangun oleh Sultan Mahmud pada awal tahun 1800. Mesjid ini pada mulanya terbuat dari kayu, namun seiring waktu setelah beberapa tahun berlalu dilakukan pembangunan pondasi bersama masyarakat. Konon katanya bahan perekat bangunannya menggunakan putih telur pada masa itu.” Urainya.

Kemudian Erman melanjutkan dengan memberikan motivasi kepada Kafilah Bintan. Ia meminta kepada peserta MTQ asal Kabupaten Bintan tersebut untuk terus meningkatkan kualitas kemampuannya dalam membaca dan memahami Al-Quran kedepannya. “Semangat terus untuk belajar, semua peserta harus terus berjuang untuk maju. Ilmu harus dikejar. Saya mengajak kepada semuanya untuk terus berupaya menjadi lebih baik dari hari ini.” Ucap Erman.

Erman juga mendoakan agar semua Kafilah Bintan menjadi petinggi-petinggi di Kabupaten Bintan menggantikan mereka yang saat ini menjabat sebagai eksekutif, pengambil keputusan, konseptor berbagai kebijakan yang ada di Kabupaten Bintan.

“Jangan sangka orang besar itu mereka berasal dari orang hebat yang hidupnya sudah kaya raya. Umumnya mereka pernah menjalani hidup sederhana di masa lalu. Saya megharapkan dari diri peserta semua masing-masing untuk maju, karena kami hanya pendorong. Kekuatan diri lah yang membuat kita bisa maju. Kenapa mereka bisa berprestasi? Kenapa mereka bisa masuk final? Pasti karena mereka bersungguh-sungguh. Pemerintah Daerah, Kementerian Agama, dan LPTQ hanya fasilitator, Kemampuan yang ditampilkan dan dinilai itu ada pada diri peserta masing-masing. Tetapi apapun hasilnya saat ini tentu ada hikmah dibaliknya yang bisa diambil.” Ungkap Erman.

Setelah itu, kunjungan di Mesjid Raya Sultan Riau Penyengat tersebut ditutup dengan pembacaan doa dan oleh Official sekaligus Kepala KUA Kecamatan Seri Kuala Lobam (SKL): Drs. H. Muhammad Isa Anshory. Doa bersama tersebut dilakukan dalam rangka Peringatan Hari Jadi Provinsi Kepulauan Riau ke- 18 yang jatuh pada esok hari 24 September. Setelah pembacaan doa, lalu dilanjutkan dengan foto bersama dan pengucapan yel-yel ucapan selamat Hari Jadi Provinsi Kepri yang ke- 18 dari seluruh rombongan Kafilah Bintan.

Awal rencana, Rihlah dilanjutkan dengan berkeliling ke beberapa tempat peninggalan sejarah di Pulau Penyengat, namun karena sinar Mentari terasa begitu menyengat sehingga selaku Ketua Kafilah, diputuskan rombongan rihlah untuk kembali ke Tanjungpinang setelah selesai makan siang. “Semoga rihlah ini memberikan makna yang mendalam kepada kafilah Kabupaten Bintan agar kedepannya semakin lebih baik.” Pungkasnya. (amilia)

 

125

Berita Terkait