Minggu 20 Juni 2021

Berita

Jelang Lebaran, Ini Pesan Kakanwil Kemenag Kepri

11-05-2021


* Jelang Lebaran, Ini Pesan Kakanwil Kemenag Kepri

Tanjungpinang (Humas)_Jelang pelaksanaan perayaan Idul Fitri dan Kenaikan Isa Almasih, Kepala Kanwil Kemenag Kepri memberikan sejumlah pesan kepada seluruh jajarannya di Aula Kanwil Kemenag Kepri, Selasa, 11 Mei 2021.

Hadir dalam pertemuan singkat tersebut para pejabat eselon III dan IV serta seluruh staf dengan protocol kesehatan.

Dalam arahannya, Kakanwil mengatakan Indonesia memiliki banyak perayaan umat beragama. Sesuatu hal yang wajib disyukuri. Dia meminta ASN Kemenag menjadi pelopor kerukunan umat beragama dilingkungannya masing-masing.  

“Kerukunan harus terus diperkuat. Jika ada narasi-narasi yang tidak sesuai dengan semangat moderasi beragama maka kita harus berani menolak dan tidak ikut mengembangkannya,” ujar Kakanwil.
Terkait dengan larangan mudik, Kakanwil menjelaskan langkah tersebut sebagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan Covid19 secara lebih luas.
 
“Pandemi Covid19 belum berakhir. Mudik memang masih dilarang tetapi ibadah di rumah ibadah diperbolehkan asal mematuhi protokol kesehatan. Larangan mudik bagi ASN Kemenag dipertegas oleh Menag dan Menpan. Kita akan menegakkan aturan yang berlaku. Ada sanksi bagi yang melanggar,” tegas Kakanwil.
 
Mengutip pendapat para pakar epidemologi, lonjakan kasus Covid19 diprediksi akan melandai pada Juni. Oleh karena itu mudik dilarang untuk mencegah transmisi virus. Sementara vaksin belum bisa menjamin orang kebal terhadap virus.

“Apalagi ada strain baru virus Covid19 yang sedang naik tren penularannya. Kita bisa melihat di berbagai negara, telah ditemukan varian baru yang justru sulit untuk ditangani. Yakinlah, Allah menguji kita sesuai dengan kemampuan kita. Namun sebagai manusia, kita wajib berusaha. Dan tidak mudik menjadi ikhtiar kita sebagai manusia,” sebutnya.

Kakanwil lebih jauh menjelaskan sistem presensi bagi jajaran Kanwil Kemenag Kepri dalam waktu dekat akan dilengkapi dengan fitur-fitur baru seperti pemindai wajah dan lokasi realtime pegawai.

“Saya tidak menginginkan jajaran Kanwil mendapatkan hukuman disiplin. Jangan mengambil risiko. Risiko ditanggung masing masing ASN. Salat Idul Fitri disarankan dilaksanakan di rumah saja bagi yang berada di zona orange dan merah. Jangan sampai ASN Kemenag yang melanggar imbauan pemerintah,” ucapnya.

“Saya sudah bersilaturahmi dengan Gubernur dan kita wajib mendukung kebijakan pemerintah daerah sebagai mitra kerja bagi Kemenag. Tugas kita membangun kehidupan beragama yang lebih harmonis, rukun dan damai. Untuk itu akan ada kolaborasi program antara Kemenag dengan pemerintah daerah untuk mendukung umat beragama dalam menjalankan kehidupan agamanya. Salat Id dilaksanakan dengan protocol kesehatan dengan kapasitas maksimal masjid 50%. Takbir keliling ditiadakan. Dan atas nama Kepala Kantor dan keluarga saya mengucapkan minal aidil wal faizin mohon maaf lahir bathin,” pungkasnya.
 

35

Berita Terkait